Rabu 14 Agustus 2019, 20:00 WIB

Buntut Kematian Pengusaha Epstein, Sipir Penjara Dipindahkan

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Buntut Kematian Pengusaha Epstein, Sipir Penjara Dipindahkan

Thinkstock
Ilustrasi

 

JAKSA Agung Amerika Serikat (AS), William Barr, menginstruksikan pemindahan sipir penjara federal, tempat pengusaha Jeffrey Epstein ditahan. Epstein ditemukan tewas bunuh diri, saat menanti jadwal persidangan kasus perdagangan seks.

Departemen Kehakiman AS menekankan terdapat pelanggaran serius dalam kematian Epstein. Pengumuman perombakan petugas di Metropolitian Correctional Center (MCC) Manhatan, mencakup pemindahan kepala penjara ke bagian lain di Biro Penjara Federal. Pihak departemen telah menunjuk pengganti sementara, dan menempatkan dua petugas perbaikan di unit tahanan Epstein, sembari proses investigasi berjalan.

Baca juga: Jepang Bersiap Hadapi Badai Krosa

Epstein ditemukan tewas dalam tahanan pada Sabtu pagi waktu setempat, dengan keadaan gantung diri. Kebijakan Departemen Kehakiman AS terkait rotasi petugas, menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menginginkan investigasi penuh terhadap kasus kematian Epstein.

"Langkah tambahan bisa diambil, menyesuaikan situasi terbaru," ujar juru bicara Departemen Kehakiman AS, Kerri Kupec, dalam keterangan resmi.

Epstein yang mengaku dekat dengan Trump dan mantan Presiden AS, Bill Clinton, ditangkap pada 6 Juli lalu. Dia mengklaim tidak bersalah atas tuduhan perdagangan seks, yang melibatkan puluhan perempuan muda.

Lebih lanjut, Kupec mengungkapkan James Petrucci, sipir di Federal Correctional Institution Otisville, New York, ditunjuk sebagai sipir sementara MCC. Adapun sipir terdahulu dipindahkan ke biro Northeast Regional Office. Pihak departemen enggan menyebut nama sipir yang dirotasi, namun sejumlah sumber mengidentifikasi sipir tersebut bernama Lamine N'Diaye. Sebelumnya, dia bertugas di kantor hubungan internal Biro Penjara.

Sebagai pejabat tinggi penegakan hukum AS, Barr berkomitmen untuk melanjutkan penyelidikan kematian Epstein yang mengejutkan. Dia menyayangkan sistem penjara yang dinilai gagal mengamankan tahanan. Meski menyebut terdapat pelanggaran serius, namun Barr tidak menjabarkan secara spesifik.

Pengusah berusia 66 tahun diawasi ketat untuk menutup celah bunuh diri. Akan tetapi, sumber yang dekat dengan kasus tersebut, mengungkapkan Epstein tidak dijaga saat menghembuskan napas terakhir. Padahal, dua penjaga penjara MCC diwajibkan melakukan pemeriksaan terpisah terhadap seluruh tahanan. Setidaknya setiap 30 menit. Namun, masih menurut sumber tersebut, prosedur tidak dijalankan pada malam kematian Epstein.

Pada Selasa kemarin, Trump memuji sikap Barr dalam mengatasi kasus kematian Epstein. "Saya menginginkan investigasi menyeluruh. Saya ingin jaksa agung kami menjalankan hal tersebut," pungkas Trump.

Kepada wartawan di Morristown, New York, Trump mempertahankan sikapnya yang tertuang dalam akun Twitter. Dia mengunggah kembali cuitan mengenai teori konspirasi yang tidak berdasar dari seorang komedian bernama Terrence K. Williams. Bahwasanya Clinton terlibat dalam kasus kematian Esptein.

Tim pemeriksa kesehatan New York City menyatakan proses otopsi kematian Epstein rampung pada Minggu kemarin. Namun, informasi penyebab kematiannya belum bisa diungkapkan. Sejumlah anggota parlemen AS mendesak pemerintah segera menahan pihak terkait, yang diduga membantu Epstein dalam menjalankan perdagangan seks.

Senator Ben Sasse meminta Barr untuk membatalkan perjanjian 2008, yang dibuat Epstein dengan jaksa federal di Florida. Perjanjian itu menuai kritikan, lantaran dianggap terlalu lunak. Di bawah kesepakatan tersebut, Epstein mengaku bersalah atas dakwaan pelacuran negara dan menjalani hukuman 13 bulan penjara. Namun, Epstein diizinkan meninggalkan pusat tahanan untuk urusan bisnis.

Beberapa pendakwa Epstein meminta hakim federal yang mengawasi kasus tersebut, untuk membatalkan sejumlah komponen perjanjian. Dalam hal ini, yang memberikan kekebalan terhadap sejumlah orang komplotan Epstein. Melalui surat, Sasse menekankan kepada Barr bahwa perjanjian itu harus dicabut.

"Kesepakatan buruk itu tidak boleh dipertahankan. Harus segera dibatalkan, untuk memastikan para korban Epstein memperoleh keadilan. Mereka sudah terlalu lama dikecewakan pemerintah," tegas Sasse.

Salah satu jaksa penuntut yang terlibat dalam perjanjian 2008, Alexander Acosta, mengundurkan diri sebagai sekretaris tenaga kerja Trump pada Juli lalu. Tepatnya, ketika kesepakatan terkait Epstein kembali diawasi, pascapenangkapan sang pengusaha di New York.

Baca juga: Ilmuwan Selandia Baru Temukan Fosil Penguin Raksasa

Skandal Epstein juga menjerat Leslie Wexner, miliarder dan kepala eksekutif L Brands Inc, yang membawahi Victoria's Secret dan Bath & Body Works. Sebelumnya, Wexner mempercayakan Esptein sebagai pengelola finansial pribadi, dan menjadi wali yayasan amal miliknya.

Belum lama ini, Wexner menyewa pengacara kerah putih, Mary Jo White, mantan jaksa pemerintah AS di Manhattan. Hal itu diungkapkan seorang sumber di tengah pengawasan terhadap keuangan Epstein. Sejauh ini, Wexner belum ditetapkan sebagai tersangka. (VOANews/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More