Rabu 14 Agustus 2019, 19:00 WIB

Ilmuwan Rusia Kecam Pembatasan Interaksi dengan Orang Asing

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Ilmuwan Rusia Kecam Pembatasan Interaksi dengan Orang Asing

ait.mtas.ru
Profesor Fisika Rusia Alexander Fradkov

 

KALANGAN ilmuwan Rusia mengecam keputusan pemerintah yang dinilai tidak masuk akal. Pemerintah Rusia berupaya membatasi interaksi ilmuwan dengan rekan asing.

Mereka diminta mengajukan perizinan sebelum bertemu dengan rekan dari luar negeri, bahkan untuk menikmati secangkir kopi. Kebijakan itu dikeluarkan Kementerian Sains dan Pendidikan Rusia belum lama ini. Surat keputusan yang menginstruksikan pembatasan interaksi ilmuwan, telah dikirim ke sejumlah lembaga Rusia.

Baca juga: Jepang Bersiap Hadapi Badai Krosa

Adapun pertemuan di luar waktu kerja juga harus mendapat persetujuan, dan kemudian dilaporkan sesuai ketentuan keputusan. Para ilmuwan asing yang ingin mengunjungi lembaga Rusia, diwajibkan mengajukan perizinan jauh hari. Mereka kemungkinan dihadapkan pembatasan penggunaan ponsel di dalam gedung lembaga terkait.

"Langkah pemerintah sangat tidak masuk akal dan tidak realistis," pungkas Alexander Fradkov, seorang profesor fisika yang memimpin laboratorium di Institut Teknik Mesin Rusia.

Fradkov mengunggah surat keputusan, sekaligus menyampaikan kritikan atas kebijakan terbaru. "Bagaimana jika kami mengadakan konferensi internasional, yang melibatkan banyak orang asing? Apakah kami harus menyita jam tangan dan telepon semua orang," bunyi keluhan Fradkov.

Berbagai kebijakan pemerintah terkait pembatasan interaksi, lanjut dia, tidak akan meningkatkan keamanan negara. "Tetapi, kita mengarah pada isolasi Rusia dari negara-negara maju," cetusnya di Troitsky Variant, sebuah publikasi berita ilmiah.

Sejauh ini, kementerian terkait belum memberikan konfirmasi. Fradkov mengungkapkan surat keputusan diterima lembaganya pada Juli lalu.

"Proses pembuatan ilmu pengetahuan berdasarkan komunikasi dan pertukaran informasi. Jika kamu mengacu keputusan tersebut, bahkan untuk minum secangkir kopi dengan rekan asing, harus mendapatkan izin," paparnya.

"Ini seperti kembali ke masa Soviet. Ketika para ilmuwan tidak bisa bertemu dengan rekan asing, kecuali disertai pihak ketiga. Saya tidak bisa berkarya dengan aturan ini," lanjut Fradkov.

Sebelumnya, komunitas ilmu pengetahuan Rusia menyatakan keresahan atas keterlibatan petugas keamanan Rusia dalam pekerjaan mereka. Beberapa ilmuwan juga dituntut terkait dugaan kasus spionase. Seorang sumber di salah satu lembaga fisika Rusia, khawatir kebijakan tersebut akan memperburuk situasi. Keberadaan surat keputusan telah menghambat pekerjaan para ilmuwan.

Baca juga: Ilmuwan Selandia Baru Temukan Fosil Penguin Raksasa

Proses izin bagi orang asing untuk masuk ke lembaga penelitian, disebut memakan waktu cukup lama. Alhasil, mereka kehilangan kesempatan untuk menghadiri pertemuan penting.

"Sungguh menyedihkan. Ini adalah kebijakan yang tidak masuk akal, dan semakin mengkhawatirkan," tandasnya. (AFP/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More