Rabu 14 Agustus 2019, 17:58 WIB

Pembatasan Kendaraan Tingkatkan Kelancaran Trans-Jakarta

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pembatasan Kendaraan Tingkatkan Kelancaran Trans-Jakarta

MI/Saskia Anindya Putri
Sosialisasi ganjil-genap arus Tomang-Slipi

 

KEBIJAKAN perluasan wilayah ganjil-genap diprediksi dapat meningkatkan kelancaran arus perjalanan Trans-Jakarta.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Trans-Jakarta Agung Wicaksono saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (14/8).

Prediksi itu bercermin pada kenaikan arus lalin Trans-Jakarta pada saat durasi ganjil genap diperpanjang dari 9 menjadi 15 jam selama Asian Games 2018 di Jakarta.

"Pengalaman dari ganjil genap saat Asian Games, berdampak pada peningkatan kelancaran perjalanan bus Transjakarta antara 7%-25%," tandasnya.

Baca juga: Polisi Sita Senjata Revolver Milik Umar Kei

Di sisi lain, sambung Agus, terdapat kenaikan jumlah penumpang selama dua hari masa uji coba perluasan ganjil genap.

Namun, menurut Agus, terlalu prematur menyimpulkan kenaikan hal tersebut dipicu perluasan ganjil-genap.

"Kenaikan terus terjadi, tapi belum bisa disimpulkan efek dari apa, karena masih baru berjalan," pungkasnya.

Perluasan wilayah ganjil-genap menambah 16 ruas jalan baru. Sejumlah jalan ini meliputi Jalan Tomang Raya, Kyai Caringin, Balikpapan, Suryopranoto, Majapahit, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Pintu Besar Selatan, Pramuka, Salemba Raya, dan Kramat Raya.

Kemudian Jalan Senen Raya, Gunung Sahari, Sisingamangaraja, Panglima Polim, dan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang). Adapun waktu diberlakukan program ini yaitu pada pukul 06.00-10.00 dan 16.00-21.00.

Jumlah 16 ruas jalan baru ini menambah 9 ruas jalan yang diterapkan ganjil-genap sebelumnya. Kesembilan jalan tersebut yakni Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS Tubun). (OL-8)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More