Rabu 14 Agustus 2019, 17:10 WIB

Ilmuwan Reproduksi Parfum yang Diyakini Dipakai Cleopatra

Bintang Krisanti | Weekend
Ilmuwan Reproduksi Parfum yang Diyakini Dipakai Cleopatra

@20th Century Fox/ Kobal/ Rex/ Shutterstock
Penggambaran sosok Cleopatra dalam film Cleopatra yang diperankan Elizabeth Taylor.

BANGSA Mesir kuno memang sudah diketahui memiliki teknologi membuat parfum. Namun, bagaimana bau parfum yang mereka ciptakan belum terungkap, sampai baru-baru ini.

 
Bukan sembarang parfum kuno, ilmuwan dari University of Hawaii baru-baru ini berhasil mereproduksi parfum yang diyakini digunakan Cleopatra. Dilansir Daily Mail, Selasa (13/8), formula parfum berusia 2000 tahun itu didapatkan dari residu dalam amphora yang ditemukan dari penggalian yang telah berjalan 10 tahun di dekat Kairo, Mesir. Amphora merupakan kendi lonjong berleher sempit dengan pegangan di kedua sisinya. Kendi ini merupakan perkakas yang umum digunakan masyarakat kuno sejak zaman Yunani.
 
Residu itu kemudian diteliti dan didapatkan resep parfum sang Cleopatra. Ilmuwan menjelaskan jika parfum kuno itu berbau jauh lebih menyengat ketimbang parfum masa kini dan dapat bertahan di tubuh hingga lama. Parfum itu terbuat dari campuran kemenyan, kapulaga, kayu manis, dan minyak zaitun.
 
"Sangat menyenangkan bisa mencium parfum yang sudah tidak tercium orang selama 2000 tahun ini dan sangat mungkin digunakan pula oleh Cleopatra," ujar Robert Littman, salah satu ilmuwan di tim penelitian itu yang juga dosen tetap di University of Hawaii.
 
Ia meneliti bersama Jay Silverstein, dosen paruh waktu di universitas tersebut, untuk studi yang hasilnya kini dipamerkan di Museum National Geographic di Washington DC, Amerika Serikat. Parfum itu berikut temuan-temuan lain dari penggalian 1 dekade di situs tersebut juga akan menjadi bagian dari pameran yang dibuat National Geographic di Tell-el Timai, Mesir. 
 
Beberapa media menyebut jika parfum tersebut ibarat parfum Chanel no.5 di masa kini. Artinya, merupakan parfum kelas atas yang paling terkenal di masa itu. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More