Rabu 14 Agustus 2019, 14:55 WIB

Inhalasi Hidrogen, Alternatif Cara Tangkis bahaya polusi udara

Eni Kartinah | Humaniora
Inhalasi Hidrogen, Alternatif Cara Tangkis bahaya polusi udara

Istimewa
Cara mengatasi dampak buruk polusi udara dengan inhalasi hidrogen.

 

BELAKANGAN kondisi udara di sejumlah kota besar di Indonesia mengalami peningkatan polusi. Dari data air quality index (AQI) beberapa waktu lalu, Jakarta pernah berada di peringkat 165. Bahkan Ibu Kota Negara Indonesia tersebut pun menjadi kota dengan kualitas terburuk ketiga setelah Hanoi, Vietnam dan Dubai, Uni Emirat Arab.    

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat kualitas udara di suatu daerah. AQI menghitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yakni partikulat (PM) 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Makin besar nilainya, maka makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Tak hanya Jakarta, wilayah Tangerang Selatan, termasuk Bumi Serbong Damai (BSD) juga pernah berada di angka 178 US AQI alias tidak sehat. Rumbai, Pekanbaru di angka 177. Palembang di angka 165, tidak sehat. Sementara untuk kota besar lain seperti Surabaya dan Bandung, masing-masing berada di angka 123 dan 130 US AQI atau tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Kondisi tersebut emaksa masyarakat harus menjaga kesehatannya, terutama dari ancaman infeksi saluran napas akut (ISPA).  Praktisi kesehatan yang berpenghalaman menangani ISPA, dr Elvin Erick Gultom, mengatakan ISPA bisa disebabkan paparan asap atau polusi udara.

“Karena udara yang berpolusi cenderung susah disaring, sehingga mudah  masuk ke area mulut, tenggorokan serta paru- paru. Saluran napas mengalami alergi,radang dan infeksi,” papar Elvin saat ditemui di kliniknya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Elvin menjelaskan, bahaya  ISPA bisa menyebabkan kesulitan bernapas secara akut. Jika tidak ditangani dengan baik dapat, ISPA berakibat fatal seperti gagal nafas akibat paru-paru yang berhenti berfungsi,peningkatan kadar karbondioksida dan gagal jantung.

”ISPA bisa terkena siapa saja, namun anak-anak dan  orang lanjut uisa yang paling rentan, karena  daya tahan tubuh mereka yang lemah," jelas Elvita.

Elvin menyarankan, pemberian antioksidan ke dalam saluran pernapasan akan membantu untuk memaksimalkan daya tahan tubuh  dan melawan radikal bebas terutama  pada saluran pernapasan.

“Saat ini ada cara pemberian antioksidan yang efektif dan bisa dilakukan dengan menghirup gas hidrogen dengan cara inhalasi. Hal itu akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Gas hidrogen dengan antioksidan tinggi akan bekerja membantu melawan bakteri dalam saluran pernapasan, dan tentunya diiringi dengan pemberian antibiotik dari dokter,” jelas Elvita.

Di sisi lain, Leonardo Wiesan, Co- Founder LiveWell Global, perusahaan yang mengembangkan produk  generator portabel inhalasi gas dan air hidrogen,  Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler, turut mengomentari soal polusi udara di Indonesia. 

Leonardo mengatakan terapi inhalasi hidrogen sudah diteliti berbagai jurnal kesehatan terbukti membantu kesehatan saluran pernafasan.

“Gas hidrogen sebagai antioksidan tinggi telah teruji dalam jurnal Medical Gas Research tahun 2014, yang menyatakan bahwa metode pemberian molekul hidrogen, baik melalui inhalasi gas hidrogen maupun minum air hidrogen, memiliki potensi sebagai antioksidan yang kuat, anti-inflamasi, dan anti-apoptosis dalam sel, jaringan, dan organ tubuh,” tuturnya.  

“Selain itu , dalam kaitannya dengan ISPA, studi berjudul Hydrogen Protects Lung From Hypoxia/Re-oxygenation Injury by Reducing Hydroxyl Radical Production And Inhibiting Inflammatory Responses pada Jurnal Scientific Reports (2018), menyatakan molekul hidrogen dapat menghambat produksi radikal bebas dan peradangan pada saluran pernapasan paru,” jelas Leo.

Menurut Leo, untuk melakukan terapi inhalasi hidrogen, masyarakat Indonesia kini bisa dengan mudah mendapatkannya.

“Kami merancang suatu produk inhalasi gas  dan juga air hidrogen portabel. Produk air hidrogen portabel pertama di Indonesia, yang memberikan manfaat inhalasi gas hidrogen," ucap Leonardo .

"Melihat fenomena kondisi udara yang buruk saat ini, kami berharap masyarakat merasakan langsung manfaaatnya,  terutama membantu masalah ISPA,” tambah Leonardo. (OL-09).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More