Rabu 14 Agustus 2019, 14:07 WIB

Golkar Sambut Baik Rencana Partai Demokrat Gabung Jokowi

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Golkar Sambut Baik Rencana Partai Demokrat Gabung Jokowi

MI/Susanto
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Sadzily.

 

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Sadzily, menyambut baik perihal wacana Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut Ace, semakin banyak yang bergabung dengan koalisi, maka akan berdampak positif, khususnya dalam upaya membangun bangsa.

"Semakin banyak dukungan terhadap pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf tentu semakin baik. Ini mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun bangsa ini," kata Ace, ketika dihubungi, Rabu (14/8).

Ace meyakini jika akhirnya Partai Demokrat memutuskan untuk bergabung dengan KIK, maka keputusan tersebut sebagai bentuk kontribusi dalam membangun bangsa.

Meski demikian, Ace enggan menjelaskan kontribusi dan posisi apa yang ditempati Partai Demokrat nantinya jika bergabung ke koalisi. Menurut Ace, hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjut dengan parpol lainnya di koalisi.

"Soal bagaimana peran dan posisi dalam pemerintahan dari partai-partai yang tidak bersama dalam berjuang memenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf tentu akan dibicarakan dalam koalisi," kata Ace.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengakui sebagian besar kader partainya ingin bergabung ke pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, partai belum mengambil keputusan secara resmi.

"Mayoritas memang ingin bergabung. Dengan catatan, kalau memang chemistry dan kebersamaan bisa dibangun," kata Syarief, Selasa (13/8).

Syarief mengatakan sikap politik Demokrat baru akan ditentukan melalui rapat majelis tinggi partai. Di sisi lain pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Jokowi.

"Kalau memang sudah pasti, pada saatnya akan disampaikan secara resmi," imbuh Syarief. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More