Rabu 14 Agustus 2019, 10:58 WIB

40 Negara Meriahkan Pergelaran Indonesia Channel 2019

Usman Afandi | Humaniora
40 Negara  Meriahkan Pergelaran Indonesia Channel 2019

Antara
Pergelaran Indonesia Channel

 

SEBANYAK 72 pemuda dari 40 negara menggelar seni Indonesia Channel (Inchan) 2019 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Selasa (13/8) malam. Para pemuda ini mampu memainkan musik dan tarian daerah mulai dari Makassar, Banyuwangi, Yogyakarta, Bali hingga Padang. Sebagai penampilan pembuka, para penerima Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementrian Luar Negeri RI itu, memainkan musik daerah. Dari angklung Banyuwangi, gendang tabuik khas Padang, gamelan Bali hingga musik petik khas Bugis.

Berbagai musik daerah itu, dimainkan oleh para Friends of Indonesia itu dengan serasi dan harmonis. Dipadu dengan beragam tarian dan lagu-lagu daerah yang membahana sebagai pengiring sepanjang penampilan mereka. Tari gandrung yang dibawakan 12 peserta BSBI yang belajar di Banyuwangi menjadi penampil yang cukup meriah. Begitu pula saat penampilan tari barong, tari topeng, hingga tari piring khas Sumatera Barat juga mendapat apresiasi yang tak kalah meriahnya. Mereka tampak luwes saat membawakannya.

Mosaic of Indonesia yang menjadi tema pagelaran seni ini dipresentasikan dengan baik lewat penampilan mereka. Aplaus dari ribuan penonton membahana sepanjang pertunjukan. Aneka kebudayaan nusantara yang dipelajari para pemuda dari berbagai penjuru dunia itu, menjadi diplomasi Indonesia di dunia internasional. Seni budaya sengaja diambil, karena dengan hal tersebut bisa menjadi penjembatan atas beragam perbedaan.

"Melalui program ini, kami ingin terhubung, membuat ikatan, dan membangun jaringan Friends of Indonesia, yang disatukan oleh kecintaan pada seni dan budaya. Dan semangat kita dalam mempromosikan perdamaian, toleransi dan harmoni," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka perhelatan tersebut semalam.

"Wajah kerja sama, wajah kebersamaan dan persatuan harus menjadi wajah kita, wajah Indonesia dan wajah dunia. You are not only friends of
Indonesia but you are also friends of the world
," seru Menlu Retno.

Para peserta BSBI yang terlibat mengaku senang mengikuti program ini.

"Kami belajar tari dan musik daerah selama tiga bulan," ungkap Young taek Hong dari Korea Selatan.

Bersama 12 rekannya yang lain ia belajar seni budaya Sumatera Barat dan bertempat di Padang.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para peserta BSBI yang lain. Dari 72 peserta, mereka terbagi di enam lokasi yang berbeda. Selain di Banyuwangi dan Padang, mereka juga belajar di Bali, Yogyakarta, Kutai Kertanegara dan Makassar.

"Untuk penampilan di Indonesia Channel ini, kami belajar bersama lagi selama empat hari. Memadukan berbagai kesenian dari beberapa daerah yang telah dipelajari," aku Fifonsi Malvina dari Benin, Afrika.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa tersanjung bisa menjadi salah satu tuan rumah peserta BSBI, sekaligus menjadi tempat pelaksanaan Indonesia Channel 2019.

baca juga: 1.000 Hektar Hutan dan Lahan di Kalsel Terbakar

"Terima kasih Bu Menteri yang telah mempercayakan Banyuwangi. Jika biasanya hanya ditempatkan di kota-kota besar yang telah mapan seni budayanya, namun berkat kepercayaan Bu Menteri, Banyuwangi sebagai kota yang sedang tumbuh ini pun bisa merasakan peluang yang sama," urai Anas.

Anas juga mengharap, program BSBI terus bisa ditempatkan di Banyuwangi pada tahun-tahun mendatang.

"Pastinya, mereka akan juga turut mempromosikan Banyuwangi ke negaranya masing-masing," pungkas Anas. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More