Rabu 14 Agustus 2019, 09:27 WIB

Penyelundupan Puluhan Ribuan Bayi Lobster Digagalkan

Hendri Kremer | Nusantara
Penyelundupan Puluhan Ribuan Bayi Lobster Digagalkan

Antara
Ilustrasi

 

TIM Satgas Gabungan F1QR Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 91.630 ekor bayi lobster jenis mutiara dan pasir senilai Rp13,8 miliar.

"Kami berhasil menangkap speedboat bermesin 200 PK 2 Unit merk Yamaha di perairan utara Pulau Sugi," kata Danlantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, di Batam, Rabu (14/8).

Sebanyak 91.630 ekor baby lobster itu dikemas dalam 15 kotak pendingin sterofoam, sebanyak 1 kotak di antaranya memuat baby lobster jenis mutiara dan 14 kotak lainnya jenis pasir. Sebanyak 14 kota sterefoam memuat 473 kantong baby lobster jenis pasir berjumlah total 89.804 ekor. Dan 1 kotak sterefoam berisi 20 kantong jenis mutiara berjumlah 1.826 ekor. Berdasarkan harga pasar terakhir, 1 ekor baby lobster jenis pasir dijual Rp150.000, sedangkan jenis mutiara dihargai Rp200.000 sehingga total  penyelamatan mencapai lebih dari Rp13 miliar.

Ia mengatakan, sejak awal tahun, pihaknya sudah tiga kali menangkap kapal penyelundup bayi lobster di perairan Kepri.

"Keberhasilan ini bukan pertama kalinya yang dilaksanakan oleh Tim gabungan F1QR. Berkat informasi di lapangan yang diperoleh selanjutnya Tim F1QR bergerak menuju sasaran dan segera melakukan upaya penyekatan dengan membagi sektor," kata dia.

Kapal cepat tanpa nama dihentikan di sekitar Pulau Sugi Batam saat menuju Singapura demgan kecepatan sekitar 50 knot. Pengejaran dilakukan oleh Tim Satgas Gabungan F1QR Koarmada I dengan menggunakan speedboat dari arah Pulau Moro sampai arah Tanjung Semokol Perairan Sugi.

"Karena merasa terkepung oleh speedboat dari Tim Satgas Gabungan F1QR Koarmada I, akhirnya speedboat tanpa nama berhasil ditangkap dan speedboat berhasil diamankan oleh Tim F1QR," kata dia.

Aparat juga berhasil mengamankan tiga orang tersangka kurir hewan dilindungi itu. Di tempat yang sama, Kepala Stasiun BKIPM Batam, Agung mengatakan berbeda dengan penangkapan sebelumnya yang tanpa tersangka, maka kasus itu akan dilanjutkan hingga penegakkan hukum. Sehingga, proses pelepasliaran baby lobster harus menunggu sampai ada ketetapan hukum.

baca juga: Sukses Bertani di Lahan Gambut Tanpa Membakar

"Kalau sebelumnya langsung dilepasliarkan karena tidak ada tersangka, maka kini harus menunggu incracht. Kami harapkan bisa segera,"  kata dia.

Sambil menunggu ketetapan hukum, pihaknya akan berusaha melakukan penyegaran dan perawatan agar hewan yang dilindungi itu tidak mati. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More