Selasa 13 Agustus 2019, 22:00 WIB

Roadshow INDI 4.0 Untuk Dampingi Industri di Era Industriy 4.0

mediaindonesia.com | Ekonomi
Roadshow INDI 4.0 Untuk Dampingi Industri di Era Industriy 4.0

Dok. Kementerian Perindustrian
kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara

 

USAI peluncuran Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dalam Indonesia Industrial Sumit (IIS) 2019 pada 15 April 2019 yang lalu, Kementerian Perindustrian telah melakukan assesmen  INDI 4.0 untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

Assesmen tersebut dilakukan terhadap 323 perusahaan industri pada 5 sektor prioritas Making Indonesia 4.0, industri makanan minuman sebanyak 39 dengan skor 2,47; industri kimia sebanyak 30 perusahaan dengan skor 2,31; industri tekstil sebanyak 10 perusahaan dengan skor 2,51; industri otomotif sebanyak 193 perusahaan dengan skor 1,72; dan industri elektronika sebanyak 28 perusahaan dengan skor 1,84.

Sebagai tindak lanjut assesmen dan peluncuran INDI 4.0 tersebut, Kemenperin melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) melakukan pilot pendampingan implementasi industri 4.0 kepada 10 perusahaan terpilih.

“Pendampingan ini untuk memberikan stimulus kepada perusahaan industri dalam melakukan transformasi industri 4.0. Sudah saatnya Kementerian Perindustrian melakukan pendampingan secara teknis dan implementatif di industri agar proses transformasi industri 4.0 dapat berjalan dengan baik,” papar Ngakan Timur Antara, Kepala BPPI.

Lebih lanjut, pendampingan ini akan memberikan arah dan langkah strategis yang dapat diambil perusahaan dalam memprioritaskan project implementasi industri 4.0 sesuai dengan key performance indicators (KPI) perusahaan.

Baca juga : Menperin Harap Ekspor Produk Otomotif Meningkat Pesat

Pendampingan implementasi industri 4.0 ini juga merupakan upaya Kementerian Perindustrian dalam menyiapkan perusahaan industri untuk berpartisipasi dalam Hannover Messe 2020.

Seperti diketahui bahwa Indonesia merupakan Partner Country Hannover Messe 2020, dimana Hannover Messe ini merupakan cikal bakal lahirnya revolusi industri 4.0.

Hannover Messe menjadi sarana Indonesia untuk menarik investasi serta menunjukkan kesiapan Indonesia dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

“Kita berharap perusahaan industri dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk, teknologi, serta peluang akses pasar internasional,” Jelas Ngakan Timur Antara.

Guna semakin menggaungkan industri untuk bertransformasi dan implementasi industri 4.0, Kementerian Perindustrian akan menyelenggarakan Roadshow INDI 4.0 sebagai sarana para stakeholder dan ekosistem industri 4.0 untuk menunjukkan hasil dan capaian implementasi industri 4.0.

Roadshow INDI 4.0 akan dilaksanakan pada 17-18 September 2019 di Surabaya. Roadshow INDI 4.0 ini mengambil topik pendampingan implementasi industri 4.0, sebagaimana yang disampaikan Ngakan Timur Antara,

“Kita ingin menunjukkan ke publik khususnya di Jawa Timur bahwa industri 4.0 ini telah diterapkan di beberapa industri di Indonesia. Dengan pendampingan yang dilakukan Kementerian Perindustrian, industri dapat mengimplementasikan industri 4.0 di  perusahaannya.," jelas Ngakan Timur.

Baca juga : Industri Mobil Listrik Perlu Disiapkan dengan Matang

“Dalam Roadshow INDI 4.0 ini kami akan mengangkat success story bagaimana PT. Schneider Electric Manufacturing Batam mampu menjadi lighthouse industri 4.0 di Indonesia dan World Economic Forum (WEF). Perusahaan-perusahaan industri dapat belajar dari PT. Schneider Electric Manufacturing Batam dalam melakukan transformasi industri 4.0. Selain itu, tour plant ke PT. Indolakto sebagai salah satu perusahaan yang telah mengimplementasikan industri 4.0 dan penerima penghargaan INDI 4.0 bulan April 2019 yang lalu. Sehingga para stakeholder dapat melihat secara riil bagaimana industri 4.0 ini diimplementasikan di manufaktur," imbuhnya.

Penanggung jawab roadshow tersebut, Aditya Adiguna mengatakan, kegiatan acara Roadshow INDI 4.0 meliputi seminar, conference, success story, exhibition, kunjungan pabrik, dan beberapa kegiatan lainnya dengan tujuan mengumpulkan seluruh stakeholder dalam pembahasan dan sosialisasi INDI 4.0 sehingga dapat menciptakan ekosistem yang baik dalam pertumbuhan Industri 4.0 khususnya diIndonesia.

Kementerian Perindustrian melibatkan beberapa asosiasi industri untuk berpartisipasi aktif di dalamnya, seperti Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Bigdata Indonesia (ABDI), Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia, dan Suzuki Indomobil Motor Supplier Club. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More