Rabu 14 Agustus 2019, 00:19 WIB

Tata Ruang Dukung Pengembangan Kota Masa Depan

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Tata Ruang Dukung Pengembangan Kota Masa Depan

Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Ketua IAP Bernardus Djonoputro

 

TREN urbanisasi di Indonesia saat ini terus meningkat. Catatan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) mengungkapkan, Indonesia kini punya 22 metropolitan dengan 1 megapolitan, yaitu Jabodetabek.

Tanpa dukungan tata rruang yang tegas, pemenuhan hak-hak penghuni kota tak akan dapat dipenuhi,Terlebih, pada 20 tahun mendatang diprediksi, 65%-70% penduduk Indonesia akan berada di perkotaan.

Ketua Umum IAP Bernardus Djonoputro mengatakan, sudah lama tidak ada inovasi dalam perencanaan kota. Selama 20 tahun terakhir, kota direncanakan dengan sangat normatif.

"Survei yang kami lakukan pada 2017 bahkan menyebutkan ada 40% warga kota yang merasa tidak nyaman tinggal di kotanya. Ada beberapa faktor, seperti kemacetan, polusi, akses terhadap penyandang disabilitas, dan masalah utilitas seperti air," kata Bernardus di Jakarta, Selasa (13/8).

Momen, pemindahan ibu kota negara (IKN), lanjut Bernardus menjadi salah satu momentum bagi perencanaan kota yang mampu mendukung pemenuhan hak dan penerapan tata ruang yang tegas dan sesuai fungsi.

Baca juga : Aturan Tata Ruang Diperlunak untuk Gaet Investasi

Rencana pemindahan ibu kota negara  menjadi refleksi penting bagi tata ruang ke depan. Tata ruang tidak boleh hanya mengikuti kemauan pasar semata, tapi mampu mendorong iklim investasi yang kondusif dengan cara mengarahkan kegiatan investasi agar menempati ruang yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan pembangunan.

Sejalan dengan upaya penegakan tata ruang mendukung kota menjadi lebih humanis itu, IAP pada 9-13 September mendatang akan menggelar Kongres Perencanaan Kota Sedunia  (ISOCARP) ke-55 di Jakarta dan Bogor.

Pada forum yang pertama kalinya digelar di Asia Tenggara itu, kata Bernardus akan hadir 500 ahli perencanaan dunia dan Indonesia yang akan melakukan urun rembug soal perencanaan kota masa depan.

"Kongres ini adalah manifestasi penting nya posisi Indonesia dalam isu urbanisasi dan sumbangsih Indonesia yaitu mahzab perencanaan kota dari kawasaan kathulistiwa, yang bisa menjadi contoh bagi dunia,” ujar Bernardus.

Sekretaris Jenderal IAP yang juga ketua panitia ISOCARP Hendricus Andy Simarmata mengatakan, ajang yang juga melibatkan 35 walikota di Indonesia itu diharapkan akan melahirkan mazhab baru dalam perencanaan kota.

"Nanti juga akan ada lokakarya (workshop) bagi perencana muda tentang kawasan pengembangan berbasis transit (TOD) Dukuh Atas dan KOta Tua Bogor," ujarnya seraya berharap Presiden Joko Widodo bisa ikut membuka kongres tersebut. (RO/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More