Jumat 16 Agustus 2019, 00:20 WIB

Kaltara Lanjutkan Bangun Jalan dan Jembatan untuk Buka Isolasi

(Try/S3-25) | HUT RI
Kaltara Lanjutkan Bangun Jalan dan Jembatan untuk Buka Isolasi

FOTO-FOTO: HUMAS PEMPROV KALTARA
Kaltara Lanjutkan Bangun Jalan dan Jembatan untuk Buka Isolasi Wilayah

 

PEMENUHAN infrastruk-tur masih menjadi priori-tas utama bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai upaya un-tuk membuka keterisolasian wilayah.

Keberadaan sarana infrastruktur antara wila-yah, seperti jalan dan jem-batan, akan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah pedalaman, per-batasan, antarkabupaten, dan ke kawasan industri.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan sejauh ini dukungan dari pemerintah pusat direalisasikan dengan kucuran dana yang besar.

Pada 2019, pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengalokasikan sebesar Rp1,1 triliun untuk melanjutkan pembangunan jalan serta jembatan di wilayah Kaltara, termasuk daerah perbatasan.

Alokasi dana itu diguna-kan untuk membangun jalan Trans-Kalimantan untuk sesi Sekatak-Malinau dan Tanjung Selor-Berau. Selain itu, dana dimanfaatkan untuk pemba-ngunan ruas jalan Malinau-Krayan, lanjutan jalan paralel di perbatasan, dan beberapa kegiatan rehabilitasi jalan-jalan lain.

Beberapa ruas jalan yang sudah dikerjakan, antara lain jalan dari Sekatak Buji (Bu-lungan) hingga Malinau, dan jalan Trans-Kalimantan arah Berau (Kaltim). Untuk dua sesi tersebut bahkan realisasinya sudah di atas 50%.

Khusus ruas jalan Mali-nau-Krayan, pemerintah ber-komitmen untuk menyelesai-kan pembangunan ruas jalan sepanjang 206 kilometer ini agar dapat berfungsi pada akhir tahun ini.

Jika ruas Ma-linau-Krayan berhasil dibuka, isolasi wilayah perbatasan sebagian besar dapat dibuka. Saat ini untuk menembus Krayan baru dapat dijangkau dengan pesawat udara."Fungsional itu dalam arti logistik bisa keluar masuk.

Jadi belum sampai peng-aspalan. Yang jelas harus fungsional dulu, baru kami melangkah secara bertahap sampai nanti pengaspalan total," ulas Irianto.Kaltara juga memperoleh anggaran sebesar Rp485,9 miliar yang bersumber dari Rupiah Murni dan Surat Ber-harga Syariah Negara (RM-SBSN).

Ini merupakan salah satu program yang bersumber dari APBN untuk pembiayaan proyek infrastruktur.Anggaran itu digunakan untuk menangani jalan se-panjang 564,45 kilometer.

Selain pemeliharaan jalan, dana juga dialokasikan un-tuk pemeliharaan jembatan sepanjang 23,43 kilometer dan penanganan longsor di daerah Mensalong-SP3 Apas-Simanggaris serta di lingkar Pulau Sebatik.Paket kegiatanSelain jalan perbatasan, pe-merintah provinsi juga mem-bangun dan memelihara ruas jalan yang sudah eksis di ka-bupaten/kota se-Kaltara.

Data dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Peruma-han, dan Kawasan Permu-kiman (DPUPR-Perkim), untuk pengerjaan 31 paket kegiatan pembangunan dan pemeli-haraan jalan itu, sebagian besar didanai Anggaran Pen-dapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2019. Sebagian sumber dana lain merupakan bantuan dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). "Alokasi angga-ran untuk 31 paket itu sebesar Rp111 miliar lebih.

Dari APBD Kaltara 2019, khusus untuk pembangunan dan pemeli-haraan jalan ini sebesar Rp48 miliar lebih. Dari APBN, lewat DAK lebih dari Rp63 miliar," urai Gubernur.

Dari kegiatan itu, paling ba-nyak sekitar 19 paket berada di Kabupaten Bulungan. Ini karena ada beberapa proyek strategis nasional seperti jalan menuju Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mang-kupadi dan pembangunan jalan di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor.

Setelah Bulungan, menyusul Nunukan 6 paket, Tarakan 3 paket, Malinau 2 paket, serta Kabupaten Tana Tidung (KTT) 1 paket.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan Pendapatan Domestik Regio-nal Bruto (PDRB) regional Kali-mantan berada pada level 8%. Kaltara mencapai PDRB ter-tinggi sebesar 7,13%, disusul Kalimantan Tengah 6,03%, Kalimantan Timur 5,36%, Kalimantan Barat 5,07%, dan Kalimantan Selatan 4,08%.Pertumbuhan ekonomi Ka-ltara pada kuartal I 2019 lebih tinggi daripada rata-rata regional Kalimantan yang mencapai 5,33% pada triwulan I 2019.

Bahkan, per-tumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,07% pada triwulan I 2019 masih di ba-wah Kaltara.

PertambanganIrianto memaparkan, pe-micu pertumbuhan ekonomi bagi Kaltara yaitu kinerja per-tambangan dan perdagangan dari sisi lapangan usaha. Akselerasi kinerja lapangan usaha pertambangan dan konstruksi menjadi pendo-rong utama.

Peningkatan lapangan usa-ha konstruksi sejalan dengan percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan infrastruktur stra-tegis lain yang berkelanjutan seperti jalan perbatasan dan rumah sakit.

Di samping itu, proyeksi membaiknya harga komoditas pertambangan se-jak awal 2019 turut berimbas positif terhadap kinerja lapa-ngan usaha pertambangan.

Gubernur berharap sejum-lah pertimbangan BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dikaji dan direalisasikan lebih jauh. Pertimbangan itu, yakni perlu dilakukan replanting mela-lui pemberian bantuan bibit unggul kelapa sawit kepada petani perkebunan rakyat guna mengatasi tantangan belum optimalnya produksi perkebunan rakyat.

Langkah lain yaitu mem-perkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor perta-nian, khususnya perkebunan rakyat. "Upaya itu dapat ber-bentuk pemberian pelatihan maupun bimbingan teknis.

Kami juga perlu mempercepat pembangunan infrastruktur fisik untuk mendukung konek-tivitas antarwilayah khu-susnya jalan-jalan strategis, seperti jalan antarkabupaten maupun akses jalan menuju pelabuhan," tuturnya.

Irianto juga memastikan pihaknya akan terus mendo-rong kelanjutan pemba-ngunan PLTA Sei Kayan, KIPI Tana Kuning-Mangkupadi, dan KBM Tanjung Selor dalam rangka percepatan industri-alisasi di wilayah Kaltara. (Try/S3-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More