Rabu 14 Agustus 2019, 04:05 WIB

Ketika Gender tidak lagi Jadi Penghalang di Lapangan Hijau

(AFP/R-1) | Sepak Bola
Ketika Gender tidak lagi Jadi Penghalang di Lapangan Hijau

Damien MEYER / AFP
Wasit asal Pancis, Stephanie Frappart,

 

PEMANDANGAN tidak biasa akan terlihat pada ajang Piala Super Eropa 2019 di Stadion Besiktas Park, Istanbul, dini hari nanti. Laga yang mempertemukan Liverpool (juara Liga Champions) dan Chelsea (juara Liga Europa) akan dipimpin­ oleh perempuan yang akan bertindak sebagai wasit dan hakim garis.

Di tengah lapangan, wasit asal Pancis, Stephanie Frappart, akan menjadi orang nomor satu. Frappart akan dibantu kompatriotnya, Manuela Nicolosi, dan wasit perempuan asal Irlandia, Michelle O’Neill.

Jika dibandingkan dengan ketiga pengadil perempuan yang akan ada di lapangan nanti, Frappart yang akan mendapat sorotan. Kompetensinya sebagai seorang pengadil akan mendapat ujian berat saat harus memimpin laga bertabur bintang tersebut.

Frappart memang akan menjadi perhatian utama karena menjadi wasit perempuan pertama yang diberi kepercayaan memimpin laga salah satu ajang besar di kompetisi sepak bola Eropa. Memimpin laga Liverpool kontra Chelsea juga menjadi pencapai­an terbesar Frappart selama berkarier sebagai pengadil di lapangan hijau. 

“Tekanan akan berbeda jika dibandingkan dengan laga-laga yang sudah saya pimpin. Saya sadar sepenuhnya orang-orang akan menunggu apa yang bisa saya lakukan dalam pertandingan itu,” jelas Frappart.

Keputusan menugaskan Frappart memimpin Piala Super Eropa 2019 diambil UEFA bukan tanpa alasan. Pelatih berusia 35 tahun itu dinilai memiliki kemampuan setara dengan wasit pria untuk memimpin sebuah laga puncak.
“Saya selalu mengatakan potensi perempuan dalam sepak bola tidak ada batasnya. 

Dan saya senang Stephanie Frappart ditunjuk menjadi wasit Piala Super Eropa 2019 dan akan dibantu dua wasit perempuan lainnya, Manuela Nicolosi dan Michelle O’Neal,” ungkap Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

Menurut Ceferin, penunjukkan Frappart, wasit final Piala Dunia Wanita 2019 antara AS dan Belanda Juli lalu, bisa menjadi inspiriasi bagi semua perempuan untuk menggapai impian di dunia sepak bola. 

“Saya berharap keterampilan dan pengabdian yang ditunjukkan Frappart untuk mencapai level saat ini akan memberikan ins­pirasi ba­gi jutaan gadis dan perempuan serta menunjukkan kepada mereka bahwa seharusnya tidak ada hambatan untuk mencapai impian seseorang,” jelas Ceferin. (AFP/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More