Selasa 13 Agustus 2019, 21:55 WIB

Polisi masih Dalami Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Serang

Antara | Nusantara
Polisi masih Dalami Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Serang

Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Polisi melibatkan anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku di Kampung Gegenang, Desa Sukadalem, Serang, Banten, Selasa, 13 Agustus 2019.

 

KEPOLISIAN Resor Serang Kota masih mendalami motif dugaan pembunuhan sekeluarga di Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, yang menewaskan suami bernama Rustandi, 32, dan anaknya Alwi, 4, serta melukai istrinya Siti Sadiah, 25.   

"Kita lagi dalami apakah ini bagian dari perampokan atau murni pembunuhan dengan memeriksa keluarga terdekat korban," kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira di Serang, Banten, Selasa (13/8).

Ivan mengatakan, dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti seperti seprei, bantal, dan batako yang terdapat bercak darah.

"Untuk barang bukti senjata tajam tidak ditemukan di lokasi. Kita terus dalami," kata dia.

Kepolisan juga menerjunkan anjing pelacak guna mencari barang bukti yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa Rustadi dan anaknya Alwi serta melukai Siti Sadiyah .  

"Ya benar kita terjunkan anjing pelacak juga. Karena didapati ada bercak darah di jalan," katanya.   

Ivan mengungkapkan terdapat luka tusukan di tubuh korban dugaan pembunuhan sekeluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang tersebut.    


Baca juga: Menteri PPN Sebut Tingkat Partisipasi Sekolah di Indonesia Tinggi


"Kondisi korban ditemukan terdapat luka tusukan di bagian kepala, ada tiga tusukan bagian kepala, Untuk anaknya tidak terdapat luka tusukan, kemungkinan karena benda tumpul atau pukulan atau bantingan," kata Ivan.

Satu keluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang,
ditemukan bersimbah darah di ruang keluarga, Selasa pagi.

"Tadinya mau ngambil alat di dalam rumah. Pintunya sudah kebuka. Pas masuk ke dalam ruangan tengah (keluarga) ngeliat darah. Udah tuh saya pingsan," kata Asgari, tetangga korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut.

Mengetahui penghuni rumah tergeletak bersimbah darah, Asgari yang sehari bekerja sebagai tukang bangunan itu melaporkan ke warga lainnya.

"Terakhir ketemu itu  kemarin, masih kerja sama saya," kata dia. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More