Rabu 14 Agustus 2019, 04:20 WIB

Jaksa Agung AS Janji Selidiki Kasus Epstein

Ihfa Firdausya ihfa@mediaindonesia.com | Internasional
Jaksa Agung AS Janji Selidiki Kasus Epstein

AFP
Peta dan garis waktu yang mengarah pada bunuh diri nyata pemodal AS dan menuduh pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein

 

JAKSA Agung AS Bill Barr berjanji untuk mengungkap kematian tersangka pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein. Ia mengatakan ada 'hal tidak wajar' di penjara tempat Epstein bunuh diri.

Barr berang lantaran Pusat Pemasyarakatan Metropolitan New York gagal mengamankan penjara secara memadai. "Kami sekarang mempelajari penyimpangan serius di fasilitas ini yang sangat memprihatinkan dan menuntut penyelidikan menyeluruh," ungkap Barr, Senin (12/8) waktu setempat.

Komentar Barr datang setelah agen-agen FBI menggerebek pulau pribadi Epstein di Karibia. FBI juga sedang menyelidiki bagaimana Epstein, 66, bisa bunuh diri di penjara yang memiliki keamanan tinggi.

Surat kabar AS melaporkan bahwa penjaga penjara harus bekerja lembur karena kekurangan staf utama di penjara. Epstein juga dibiarkan tanpa teman satu sel. Hal tersebut bertentangan dengan protokol penahanan tokoh terkenal.

Epstein ditemukan tewas di selnya saat sedang menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks gadis-gadis di bawah umur. Kematian Epstein terjadi sehari setelah pengadilan mengungkap sebuah dokumen. Dalam dokumen itu, salah satu korban mengaku dipaksa berhubungan seks dengan tokoh politik dan bisnis Amerika Serikat yang terkenal.

Meskipun kematian Epstein mengakhiri penuntutan kriminalnya, Barr mengatakan jaksa penuntut akan tetap mengajukan kasus itu terhadap pihak lain yang terlibat.

"Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa kasus ini akan terus berlanjut terhadap siapa pun yang terlibat dengan Epstein. Setiap konspirator tidak boleh tenang. Para korban pantas mendapatkan keadilan," tukasnya.

Eksploitasi

Epstein didakwa dengan satu tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan satu tuduhan konspirasi untuk melakukan perdagangan seks anak di bawah umur. Jaksa mengatakan Epstein mengeks-ploitasi secara seksual puluhan remaja di bawah umur. Peristiwa tersebut diduga terjadi di rumahnya di Manhattan dan Palm Beach, Florida, antara 2002 dan 2005.

Para wanita muda dibayar ratusan dolar untuk memijatnya dan melakukan tindakan seksual. Jika terbukti bersalah, Epstein diancam hukuman 45 tahun penjara.

Virginia Giuffre, 36, mengaku sebagai korban kejahatan Epstein. Ia menjadi budak seks Epstein dan beberapa rekannya. Giuffre juga mengaku dipaksa berhubungan seks dengan seorang mantan senator AS, mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson, dan pengacara selebritas Amerika Alan Dershowitz. Mereka semua membantah tuduhan itu.

Epstein, yang berteman dengan Donald Trump dan Bill Clinton, sebelumnya telah dihukum pada 2008 di pengadilan Negara Bagian Florida karena membayar gadis-gadis muda untuk pijat seksual di rumahnya di Palm Beach. Ia menjalani hukuman 13 bulan penjara atas dakwaan tersebut. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More