Rabu 14 Agustus 2019, 03:40 WIB

 Tata Kelola Pemda di Sumatra Lemah

Puji Santoso | Nusantara
 Tata Kelola Pemda di Sumatra Lemah

MI/Puji
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

 

PEMERINTAH Pusat mencatat adanya sejumlah kelemahan yang membuat pembangunan di Pulau ­Sumatra belum optimal. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyoroti lemahnya tata kelola pemerintahan dan institusi. 

“Faktor lain ialah korupsi dan birokrasi yang tidak efisien sehingga menjadi keluhan kalangan bisnis. Kami juga menilai Sumatra belum optimal mengembangkan industri berbasis sumber daya alam,” ungkap Bambang di depan para gubernur, wakil gubernur, bupati dan wali kota se-Sumatra di Medan, Sumatra Utara, Selasa (13/8).

Sebagai pusat ­pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, Sumatra juga masih terkendala. Pasalnya, sampai saat ini pusat perdagangan komoditas terintegrasi belum terwujud. 

Menurut Bambang, kondisi itu timbul akibat belum stabilnya harga komoditas karet dan sawit seiring dengan turunnya kualitas produk. Selain itu, kurang kompetitifnya harga gas untuk industri sehingga menghambat laju produktivitas industri terutama di Sumatra Utara.

“Faktor lain yang harus pula ditangani secara serius ialah masih tingginya ke-timpangan pembangunan di Sumatra bagian barat dan tingkat kemiskinan di Sumatra bagian utara. Selain itu, belum terwujudnya konektivitas intrawilayah dan hub internasional sebagai pintu gerbang perdagangan dan jasa,” lanjutnya.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya efi-siensi alokasi APBN. Tiga strategi efiensi pendanaan dilakukan, yakni penguatan program prioritas, inovasi pendanaan, dan penguatan pengendalian program. 

Namun, menurut Bambang, pemerintah masih berharap banyak pada potensi Pulau Sumatra. Karena itu, Sumatra tetap diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. 

“Sumatra diarahkan menjadi pengembangan hub internasional sebagai outlet kawasan barat Indonesia. Strategi utamanya ialah me-ngembangkan potensi pariwisata daerah sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi lokal,” tandasnya. 

Di lokasi yang sama, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Gellwynn Jusuf berharap pemda di Sumatra berjalan bersama dan bersinergi. 

“Demi tujuan menyejah-terakan masyarakat harus bersama-sama mewujudkan komitmen membangun desa dan memajukan kota di Pulau Sumatra.” (N-2)
 

Baca Juga

Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...
Ant

Wisawatan Tiongkok Bakal Serbu Bali Tahun 2021

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 24 November 2020, 23:20 WIB
KESIAPAN standar protokol kesehatan ini mampu diterapkan oleh seluruh masyarakat Bali, maka Bali siap seutuhnya untuk menyambut kembali...
MI/Amiruddin Abdullah Reubee

Puluhan Batu Nisan Makam Kuno Di Aceh Raib

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Selasa 24 November 2020, 22:55 WIB
PULUHAN batu nisan makam kuno di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, raib. Batu nisan tersebut merupakan peninggalan sejarah peradaban masa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya