Selasa 13 Agustus 2019, 20:38 WIB

Hong Kong Memanas, Mayoritas WNI Masih Bertahan

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Hong Kong Memanas, Mayoritas WNI Masih Bertahan

MI/Irfan
Teuku Faizasyah

 

TENSI politik di Hong Kong terus memanas setelah pengunjuk rasa menduduki Bandara Internasional Hong Kong. Pemerintah RI menegaskan terus memantau keamanan sekitar 174.000 WNI yang tinggal di negara semiotonom tersebut.

 Sejauh ini, pemerintah belum mendapat laporan WNI yang ingin dipulangkan ke Tanah Air menyusul krisis Hong Kong.

"Belum ada keinginan WNI untuk dipulangkan. Mereka masih bisa berkegiatan, sesuai dengan profesi masing-masing," ujar Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah melalui pesan singkat, Selasa (13/8).

Baca juga: Woodstock, Puncak Mimpi Kaum Hippie

Ia tidak memungkiri gerakan unjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir mengganggu aktivitas WNI di sana.
Sebelumnya, melalui akun Facebook, KJRI Hong Kong mengeluarkan imbauan bagi seluruh WNI, dalam menyikapi perkembangan situasi di Hong Kong. WNI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi demonstrasi.

Terkait nasib 47 atlet renang DKI Jakarta yang terjebak di Bandara Hong Kong, Teuku mengungkapkan proses pemulangan sudah berjalan. "Semua atlet renang DKI Jakarta sudah check-in dan berada di area keberangkatan. Mereka kembali ke Jakarta dengan jadwal berbeda, yakni pukul 15.51 sebanyak 14 orang dan pukul 19.07 sebanyak 33 orang," jelasnya.

Melalui keterangan resmi, KJRI Hong Kong juga melaporkan kepulangan para atlet dengan pesawat Cathay Pacific. Sejumlah atlet yang terjebak di bandara Hong Kong pada Senin (12/8) sore akibat protes massa, dievakuasi dari bandara dan menginap di Kantor KJRI. Di samping para atlet, terdapat 10 WNI yang juga terjebak di dalam bandara. Mereka adalah WNI yang sedang transit, maupun telah check-in, sebelum bandara ditutup. KJRI Hong Kong sudah memberikan bantuan logistik kepada WNI yang membutuhkan.(OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More