Selasa 13 Agustus 2019, 20:33 WIB

Minta Bebaskan Kapal Tankernya, Iran Dekati Inggris

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Minta Bebaskan Kapal Tankernya, Iran Dekati Inggris

AFP/JORGE GUERRERO
Kapal tanker Grace 1 yang membawa minyak dari Iran masih belum dilepas otoritas Inggris di Gibraltar.

 

OTORITAS pelabuhan Iran melakukan kontak dengan otoritas Inggris. Langkah itu menjadi upaya pembebasan sebuah kapal tanker yang disita Inggris dari perairan Gibraltar.

Gibraltar adalah sebuah wilayah yang masuk kewenangan Inggris. Saat melintasi perairan Gibraltar pada 4 Juli lalu, kapal tanker Grace 1 yang mengangku minyak dari Iran langsung dihentikan dan ditangkap oleh marinir Kerajaan Inggris. Kapal itu diduga hendak mengirimkan pasokan minyak ke Suriah yang dinilai telah melanggar sanksi yang ditetapkan Uni Eropa.

Pengadilan di Gibraltar akan memutuskan nasib kapal tanker tersebut pada Kamis (15/8) mendatang. Sebab, masa penahanannya sudah lewat. Wakil kepala otoritas pelabuhan Iran, Jalil Eslami, mengungkapkan Inggris berniat untuk menyelesaikan persoalan. Kedua pihak juga saling menukar dokumen terkait.

"Iran dan otoritas pelabuhan berupaya membebaskan kapal yang ditahan. Saya berharap masalah ini selesai dalam waktu dekat. Dengan begitu, kapal tanker dapat beroperasi kembali dengan bendera Republik Islam Iran," bunyi pernyataan Eslami.

Pejabat Gibraltar dan Amerika Serikat (AS) meyakini kapal tanker digunakan untuk mengirim pasokan minyak ke Suriah. Sebuah pelanggaran terhadap sanksi yang digulirkan Uni Eropa dan AS.

Sebaliknya, Iran menyebut penahanan kapal tanker sebagai aksi pembajakan, dan bersumpah tidak akan membiarkan penyadapan.

Pada 19 Juli lalu, pasukan Garda Revolusi Iran menyita kapal tanker minyak Stena Impero dengan bendera Inggris di Selat Hormuz. Kapal itu diduga melanggar hukum maritim internasional.(AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More