Selasa 13 Agustus 2019, 23:20 WIB

Rupiah Terpapar Sentimen Peso Argentina

Nur Aivanni   | Ekonomi
Rupiah Terpapar Sentimen Peso Argentina

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Karyawan menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing

 

Bank Indonesia (BI) mengaku sudah melakukan intervensi di pasar spot dan pasar domestik mata uang valas berjangka (domestic NDF) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi terhadap dolar AS akibat sentimen pelaku pasar global setelah anjloknya nilai mata uang peso Argentina.

“Kami melihat pasar terkejut terutama dengan peristiwa politik di Argentina,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah kepada Antara di Jakarta,  Selasa (13/8).

Bank sentral sudah menstabilkan nilai tukar mata uang ‘Garuda’ di pasar spot dan domestic NDF agar depresiasi sejak pagi tidak merosot terlalu jauh.   

BI juga bersiap intervensi di pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN) setelah hasil lelang SBN diumumkan, terutama jika banyak investor asing yang melepas SBN dan dapat melemahkan nilai tukar rupiah.

“Untuk menyikapi market surprise (kejutan di pasar) yang sifatnya temporer, kami tentu tidak ingin menimbulkan dampak terhadap mata uang rupiah,” ujar Nanang.

Gejolak di pasar finansial glo­­bal, kemarin, terutama di ne­­gara-negara berkembang, timbul setelah depresiasi tajam mata uang Argentina, peso, hing­ga 14,5% menjadi 53 peso per dolar AS.

Anjloknya peso Argentina ter­jadi pascapemilihan presi­den putaran pertama ­Ar­gen­tina yang menghasilkan suara dengan kemungkinan terbesar untuk kemenangan pemimpin oposisi Alberto Fernandez. 

Pasar bereaksi negatif kare­na pemimpin oposisi itu dike­nal sebagai tokoh pengusung rezim pengendalian devisa (capital control) di Argentina.

Naik daunnya Fernandez ju­ga menguatkan proyeksi bah­wa krisis ekonomi Argentina dapat semakin memburuk dan berdampak pada negara-negara latin lainnya seperti Brasil.

Oleh karena gejolak itu, Na­nang mengatakan tidak hanya rupiah yang melemah. Tercatat, won Korea Selatan, dolar Singapura, yuan Tiongkok, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan rupe India juga melemah.

Menteri Keuangan Sri Mul-yani berharap sentimen ne­ga­tif dari peso Argentina tidak menimbulkan gejolak ber­kepanjangan. 

Lebih lanjut, Sri menyampaikan pi­­hak­nya terus memantau di­na­mika global yang semakin meningkat. Pasalnya, saat ini terjadi transmisi dari perang dagang menjadi perang nilai tukar.

“Dan itu kemudian menimbulkan dinamika yang jauh lebih besar terhadap sentimen dan psikologis. Kami dengan otoritas moneter dan juga re­gu­lator seperti OJK akan terus memantau,” tandasnya. 

IHSG melemah
Seiring dengan nilai tukar yang ditutup melemah 75 poin atau 0,53% menjadi 14.325 per dolar AS, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ju­ga ditutup turun 39,63 poin atau 0,63% ke level 6.210,96.  “Investor asing tercatat me­lakukan aksi jual bersih sangat besar Rp1,03 triliun,” kata analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi.(Ata/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More