Selasa 13 Agustus 2019, 22:40 WIB

Narkoba sudah Merasuk Jauh di Jawa Barat

(BB/SL/RF/N-2) | Nusantara
Narkoba sudah Merasuk Jauh di Jawa Barat

ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan
Warga menjalani tes urin saat program Pencanangan Desa Bersih Narkoba di kantor Desa Bojong Raharja

 

KONDISI penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat sangat memprihatinkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat tingkat prevalensi mencapai 3%-5% dari total penduduk. 

“Mayoritas korban narkoba ialah generasi muda. Jabar jadi fokus kami karena kondisinya sudah sangat berbahaya,” papar Kepala BNN Komisaris Jenderal Heru Winarko, di Cianjur, Selasa (13/8).

Seusai menghadiri Deklarasi Serentak Desa Bersih Narkoba pada 360 desa dan kelurahan, ia mengakui penyebab tingginya prevalensi itu karena populasi penduduk yang besar, akses infrastruktur yang mudah, dan pelabuhan yang banyak. 

Pada kesempatan yang sama, ia menambahkan, 90% transaksi narkoba di Indonesia dikendalikan dari lembaga pemasyarakatan. Sejumlah langkah sudah dilakukan, di antaranya memutasi narapidana yang jadi bandar ke LP yang superketat. “Yang terkini, 30 narapidana narkoba dari Palembang dipindah ke Nusa Kambangan,” jelas Heru. 

Kekhawatiran atas peredaran narkoba juga dirasakan Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Muchlis AS. Kemarin, Polda Jambi menangkap tiga kurir sabu dan ganja. Barang bukti yang disita berupa 1 kilogram sabu dan 259 kg sabu. “Kami terus berupaya keras memotong rantai distribusi narkoba.” 

Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Bangka Belitung Kombes Mirzal Alwi, mengaku daerahnya menjadi jalur transit narkoba ke Pulau Jawa. “Pengamanan di jalur selatan Sumatra ketat sehingga bandar memanfaatkan Pulau Bangka.” (BB/SL/RF/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More