Selasa 13 Agustus 2019, 15:25 WIB

Diduga Menipu, Perusahaan Jasa Travel dilaporkan ke Polisi

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Diduga Menipu, Perusahaan Jasa Travel dilaporkan ke Polisi

Medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi Kasus penipuan

 

Perusahaan jasa travel dan perjalanan wisata PT. Moran Wisata Internasional (MWI), dilaporkan puluhan orang ke Polda.Metro Jaya (PMJ). Mereka melaporkan penipuan dengan terduga AJ sebagai direktur perusahaan WMI. AJ diduga sebagai otak dari serangkaian bisnis penipuan tersebut.

Tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Bambang Pramusinto & Partners (BPP Law Firm) yang mendampingi pelaporan tersebut engatakan bahwa tindakan terduga AJ tersebut sudah memenuhi unsur pasal 372 dan 378 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara.

"Selain dari para korban penipuan jenis travel dan perjalanan, ternyata masih ada jenis penipuan lain seperti: Perjalanan umroh, jual beli properti, dan jasa telemarketing," ungkap Bambang Pramusinto, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Untuk menggaet calon korban, jelas Bambang, biasanya perusahaan tersebut membuat suatu acara, lalu mengundang para korban secara personal dengan mengiming-imingi jika korban datang ke acara akan diberikan tiket perjalanan secara gratis.

Selanjutnya, korban yang tergiur untuk menjadi member mulai mentransfer sejumlah uang untuk mengikuti  berbagai program yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

Untuk itu tim kuasa hukum yang mendampingi para korban meminta Direktorat Resesrse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk segera mengusut kasus ini sampai tuntas.

"Harapan kami, dan semua para korban dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ini kepada pihak Ditreskrimum agar segera menangkap oknum AJ" ujar Bambang.

Bambang juga berharap aparat dapat mencari aset-aset yang dimiiki perusahaan tersebut untuk disita dan selanjutnya diberikan kepada para korban..

"Apalagi sebagian dari para korban masih menyimpan alat bukti seperti kwitansi-kwitansi, slip penyetoran dan atau pembayaran, bukti transfer ke rekening, screenshot percakapan WhatsApp," paparnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More