Selasa 13 Agustus 2019, 13:21 WIB

Imigrasi Tasikmalaya Deportasi 2 WNA Nigeria

Kristiadi | Nusantara
Imigrasi Tasikmalaya Deportasi 2 WNA Nigeria

MI/Kristiadi
Petugas Keimigrasian Tasikmalaya sedang memeriksa dua WNA asal Nigeria, Selasa (13/8).

 

TIM Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas ll Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tasikmalaya kembali mengamankan dua dari tiga orang warga negara asing asal Nigeria. Mereka tinggal di rumah kontrakan Kampung Bencing RT 03 RW 19, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Kepala Seksi Intelejen dan Pengawasan Keimigrasian Kelas II Non TPI Tasikmalaya, Agustinus Wahyudin mengatakan adanya laporan tiga WNA dari Nigeria yang tinggal di rumah kontrakan. Saat petugas mendatangi rumah kontrakan, mereka langsung melarikan diri ke persawahan. Dua orang berhasil ditangkap.

"Kedua WNA tersebut berhasil ditangkap di Jalan Mangkubumi-Indihiang. Petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap kedua WNA bernama Simon, 32 dan Michael Chidi, 33. Keduamya telah menikah siri dengan WNI. Salah satu WNA ini bisa berbahasa Indonesia," terang Agustinus, Selasa (13/8).

Agus mengatakan mereka ke Tasikmalaya mengikuti suadaranya. Setelah lama tinggal di Tasikmalaya, mereka menikah dengan warga setempat secara siri. Salah satu dari dua WNA yang ditangkap tidak memiliki paspor. Satu orang lainnya yang belum tertangkap hingga kini masih dalam pengejaran.

Kedua WNA Nigeria tersebut saat ini sudah ditahan di Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Tasikmalaya. Saat ini pihak keimigrasian telag berkoordinasi dengan Kedubes Nigeria di Jakarta.   

"Keduanya telah melanggar Undang-undang nomer 6 tahun 2011 tentang keimigrasian pasal 78 tentang orang asing pemegang izin tinggal yang berakhir masa berlakunya. Mereka masih berada di indonesia lebih dari 60 hari. Mereka akan dikenai sanksi administrasi keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan," tambah Agustinus.

baca juga: Satu Rumah Mewah Terbakar Habis Akibat Hubungan Pendek

Michael Chidi mengatakan selama di Kota Tasikmalaya, ia berjualan pakaian anak, pakaian pria dan tas. Namun usaha yang dilakukannya bangkrut dan kehabisan uang. Sementara istri sirinya tidak bekerja. Di Nigeria, Michael juga memiliki istri. Ia dan Simone ingin memperpanjang dokumen keimigrasian namun tidak ada uang. Mereka pun mengaku pasrah dideportasi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More