Selasa 13 Agustus 2019, 12:54 WIB

Menperin Harap Ekspor Produk Otomotif Meningkat Pesat

Atalya Puspa | Otomotif
Menperin Harap Ekspor Produk Otomotif Meningkat Pesat

Antara/Mohammad Ayudha
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto mengungkapkan industri otomotif memberikan sumbangsih tinggi terhadap perekonomian Indonesia dari segi peningkatan ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Airlangga menuturkan, ekspor produk otomotif dan komponen menunjukkan peningkatan pada  2018, ekspor completely built unit (CBU) tercatat sebanyak 264.553 unit, completely knock down (CKD) 82.028 set, dan komponen sebanyak 86.631.872 pieces.

"Dan diharapkan pada akhir tahun 2019 terjadi peningkatan volume ekspor pada produk-produk tersebut, mengingat per-Juli 2019, nilai ekspor produk tersebut tercatat telah melebihi 50% pencapaian ekspor tahun 2018," kata Airlangga dalam pembukaan Pameran Industri Komponen Otomotif di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Airlangga menuturkan, sesuai roadmap industri otomotif nasional, pada 2025, ekspor CBU diharapkan dapat mencapai 1 Juta unit ke lebih dari 80 negara.

Menperin juga menyatakan, peningkatan juga terlihat dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional sejak 2013 sampai dengan 2018 serta telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun,

"Di situ tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut," kata Airlangga.

Untuk diketahui, pameran Industri Komponen Otomotif 2019 dilaksanakan pada 13-14 Agustus 2019 di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian dengan mengusung tema Membangun Kemampuan Industri Komponen Dalam Negeri.

Tujuan utama dari pameran tersebit yakni untuk membangun jaringan kemitraan usaha antara pabrikan otomotif dengan industri component and parts pendukung industri otomotif. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More