Selasa 13 Agustus 2019, 09:57 WIB

Ini Rute Trans-Jakarta yang Melalui Daerah Perluasan Ganjil Genap

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ini Rute Trans-Jakarta yang Melalui Daerah Perluasan Ganjil Genap

MI/BARY FATHAHILAH
Bus Trans-Jakarta melintas di Jalan Galunggung, Jakarta.

 

PT Transjakarta terus menyosialisasikan rute-rute bus Trans-Jakarta baik yang beroperasi dalam koridor maupun nonkoridor serta rute angkutan mikrotrans Jak Lingko yang bersinggungan dengan ruas-ruas jalan yang terkena pembatasan ganjil genap kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial.

"Selain di halte, masyarakat bisa melihat di akun media sosial kami," terang Direktur Utama PT Jakarta Transjakarta Agung Wicaksono saat dihubungi, Selasa (13/8).

Sosialisasi itu bertujuan membantu masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum guna menghindari ganjil genap.

Dikutip dari halaman akun Instagram resmi PT Transjakarta, @pt_transjakarta, terdapat 58 rute Trans-Jakarta dalam koridor, nonkoridor, serta angkutan Jak Lingko yang dapat digunakan masyarakat yang terkena dampak pembatasan perluasan lalin ganjil genap di 16 ruas jalan selain sembilan ruas jalan yang sudah dibatasi ganjil genap sebelumnya.

Ke-58 rute itu terdapat di empat koridor ruas jalan perluasan ganjil genap.

Baca juga: Pemprov DKI akan Bebaskan Taksi Daring

Ada koridor utara (Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Majapahit) dan koridor selatan (Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan Fatmawati sampai simpang TB Simatupang).

Koridor utara dan selatan ini terhubung dengan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat yang sebelumnya sudah terkena kebijakan ganjil genap.

Pada ruas jalan koridor utara dilalui rute dalam koridor yakni Koridor 1 (Blok M-Kota), 9B (Pinang Ranti-Kota), 10H (Tanjung Priok-Blok M). Sementara untuk rute non koridor ada 1A (PIK-Balaikota) dan 5A (Kampung Melayu-Grogol) serta angkutan Royal Trans 1T (Cibubur-Kota).

Di koridor selatan, rute perluasan ganjil genap dilalui rute bus nonkoridor MR1 (Blok M-Pakubuwono), MR2 (Blok M-Kramat Pela), MR3 (Blok M-Wijaya), MR5 (Stasiun MRT Blok A-Radio Dalam), MR8 (Stasiun MRT Blok A-Pangeran Antasari), 1E (Pondok Labu-Blok M), 8E (Bintaro-Blok M), S21 (Ciputat-Tosari), dan Jak31 (Pondok Labu-Blok M).

Sementara untuk rute dalam koridor, bagi warga yang ingin menggunakan angkutan Trans-Jakarta dapat menggunakan rute koridor 1 (Blok M-Kota), 6M (Blok M-Stasiun Manggarai), 10H (Tanjung Priok-Blok M), dan 13C (Tosari-Ciledug Puri Beta).

Sementara itu juga ada perluasan untuk koridor barat (Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, dan Jalan Tomang Raya) yang merupakan lanjutan rute ganjil genap dari ruas Jalan Letjen S Parman.

Pada ruas jalan itu terdapat rute bus Trans-Jakarta yang dapat digunakan dalam koridor yakni 10H (Tanjung Priok-Blok M) dan 8A (Grogol 2-Juanda) serta layanan nonkoridor T12 (Poris Plawad-Pasar Baru). Ruas jalan ganjil genap pada koridor barat juga dilalui angkutan Jak10 (Tanah Abang-Kota).

Di sisi lain pada koridor timur (Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari sampai simpang pintu tol terdekat) juga menjadi titik perluasan ganjil genap lanjutan dari rute ganjil genap pada Jalan Perintis Kemerdekaan.

Bagi warga yang ingin menggunakan moda Trans-Jakarta di ruas jalan ini bisa menggunakan rute dalam koridor yakni Koridor 4 (Pulogadung 2-Dukuh Atas2), 4D (TU Gas-Departemen Kesehatan), 4H (Pulogadung 2-Ragunan), 5 (Kampung Melayu-Ancol), 5C (PGC 1-Harmoni Central), 5D (PGC 1-Ancol), 5E (Kampung Rambutan-Ancol), 5H (Harmoni-Ancol), 5K (Kampung Melayu-Kota), 10H (Tanjung Priok-Blok M), 12 (Penjaringan-Tanjung Priok), dan L4 (PGC 2 - Dukuh Atas 2).

Sementara untuk rute nonkoridor yang bersinggungan dengan koridor timur ganjil genap ialah 1R (Stasiun Pasar Senen -Stasiun Tanah Abang), 4A (TU Gas-Grogol 2), 4C (Bundaran Senayan- TU Gas), 5A (Kampung Melayu-Grogol 1), 6H (Pasar Senen-Lebak Bulus), 12B (Pluit-Senen), 12E (History of Jakarta Explorer), 12K (Asemka Explorer), B22 (Bekasi Timur - Pasar Baru), JAK-17 (Pulogadung-Senen), dan JAK-33 (Pulogadung-Kota). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More