Selasa 13 Agustus 2019, 11:00 WIB

TNI Instruksikan Water Bombing untuk Atasi Karhutla Riau

Cindy | Humaniora
TNI Instruksikan Water Bombing untuk Atasi Karhutla Riau

MI/Dwi Apriani
Ilustrasi--water bombing

 

KEBAKARAN hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan, Riau, cukup luas dan masif. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut akan menginstruksikan anak buahnya melakukan water bombing memadamkan api.

"Dengan mengarahkan pesawat Hercules rencananya untuk melaksanakan pengeboman dengan menggunakan bola air," kata Hadi di Pekanbaru, Riau, Senin (12/8).

Hadi mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Riau tentang potensi kekeringan di Bumi Lancang Kuning dari Agustus hingga Oktober. Upaya water bombing pun diperlukan mencegah penyebaran api.

"Upaya itu akan kita laksanakan dalam kurun waktu sampai dengan Oktober ini," ucap Hadi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan 90% penyebab kebakaran hutan dan lahan akibat ulah manusia. Para pelaku diduga sengaja membakar hutan untuk membuka lahan.

Baca juga: Satu Titik Api Hutan Gunung Ciremai Belum Padam

Tito berjanji menindak tegas pelaku pembakaran lahan. Ia juga meminta anggota TNI menyerahkan pelaku pembakaran yang tertangkap basah kepada Kepolisian setempat.

"Kalau itu dibakarnya oleh korporasi, itu kita akan melakukan tindakan tapi kalau seandainya dari luar kemudian merambat sehingga dia menjadi korban yang kita proses yang melakukan pembakaran pertama," terangnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar juga telah memperingatkan 55 perusahaan di Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan. Pembukaan lahan tak boleh menggunakan cara pembakaran.

"Pembukaan lahan untuk masyarakat hanya tinggal di bagian itu yang secara konseptual harus diperbaiki," tandas Siti. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More