Selasa 13 Agustus 2019, 07:50 WIB

Jemaah Wafat saat Lontar Jamrah Menurun

Sitria Hamid Laporan dari Arab Saudi | Haji
Jemaah Wafat saat Lontar Jamrah Menurun

MCH 2019/Darmawan
Anggota Tim Gerak Cepat (TGC) Kesehatan Haji Indonesia membawa jemaah haji yang sakit dari tenda kesehatan di Mina, Arab Saudi.

JUMLAH jemaah haji ­Indonesia yang dirawat dan yang mening­gal dalam pelaksanaan lontar jamrah di Mina pada 2019 menurun jika dibandingkan dengan di 2018 waktu yang sama.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Yu­suf Singka menyampaikan hal itu di tenda kesehatan Mina, Minggu (11/8) menjelang tengah malam waktu Arab Saudi.

“Tahun lalu full (tendanya). (Yang sekarang) saya dapat in­formasi saat ini yang dirawat sekitar sembilan orang, waktu saya tadi di Mina Jadid,” kata Eka Yusuf Singka.

Menurut dia, jumlah jemaah haji yang dirawat di tenda memang tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan tahun la­­lu.

Dia mengaku mendapatkan  in­­formasi sekitar sembilan orang, dan pihaknya telah berko­ordinasi dengan RS Mina Al Wa­­di, Arab Saud. Hal itu dilakukan bila ada jemaah yang tidak bisa ditangani di tenda kesehatan Indonesia sehingga akan langsung dikirim ke RS Arab Saudi.

Eka mengungkapkan penyakit yang mendominasi jemaah haji pada 2019 hampir sama.

“Memang yang menjadi kam­­buh itu penyakit jantung, lalu paru-paru itu muncul lagi ­ka­rena suasana panas. Sekarang angka kesakitan dan kematian bisa kita tekan,” ujarnya.

Kepala Seksi Kesehatan Madi­­nah yang membawahkan satu­an tugas wilayah Mina, Edi ­Su­priyatna, mengatakan data Sis­kohatkes 2018 menyebutkan ada 25 jemaah haji yang meninggal di hari yang sama saat me-lon­tar jamrah aqabah Minggu (11/8/2018). Namun, di 2019 ini jumlah yang meninggal di Mina dengan hari yang sama turun menjadi 13 jemaah.

KKHI Mina, lanjut Edi, buka sejak 9 Zulhijah atau Sabtu (10/8) hingga 13 Zulhijah atau Rabu (14/8). Heat stroke atau se­rangan panas menjadi penyakit yang paling banyak ditangani KKHI. Heat stroke terjadi kare­na pasien terpapar panas di Mina yang suhunya mencapai 40 derajat Celsius.

Adapun jadwal melontar jamrah bagi jemaah Indonesia dan Asia Tenggara ialah pada 10 Zulhijah pukul 04.00-10.00 dilarang, pada 11 Zulhijah bebas sepanjang hari, lalu pada 12 Zulhijah pukul 10.00-14.00 dilarang, dan pada 13 Zulhijah bebas.

Terkait dengan kondisi Mina, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta Arab Saudi mempercepat renovasi Mina se­iring semakin mendesaknya kebutuhan memperbanyak da­ya tampung tenda dan toilet di sana. (Zhi/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More