Senin 12 Agustus 2019, 22:11 WIB

HUT RI ke-74, Wanita Permabudhi Luncurkan Gerakan Peduli Bumi

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
HUT RI ke-74, Wanita Permabudhi Luncurkan Gerakan Peduli Bumi

MI/Kisar Rajagukguk
Peluncuran Gerakan Peduli Bumi Permabudhi

 

BERAGAM cara dilakukan oleh masyarakat untuk merayakan hari kemerdeaan Republik Indonesia ke-74. Selain upacara bendera yang menjadi agenda rutin setiap tahunnya, beragam perlombaan hingga atraksi unik yang menarik ikut memeriahkan hari bersejarah tersebut.

Demikian pula yang dilakukan oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) melalui Lembaga Seni Budaya dan Pemberdayaan Wanita yang menggaungkan acara Gerakan Peduli Bumi.

Ketua Lembaga Seni Budaya dan Pemberdayaan Wanita Permabudhi Ritha Helena yang juga ketua Penyelenggaraan acara itu mengatakan, pihaknya tidak ingin merayakan kemerdekaan Indonesia hanya dengan euforia semata.

Setidaknya, lanjutnya, setiap perayaan diisi dengan satu langkah yang membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Ritha menjelaskan Gerakan Peduli Bumi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

Baca juga : Enam Hektare Kebutuhan Lahan TPA di Depok Nganggur

"Karena seperti yang kita ketahui bersama sampah platik di Indonesia terbanyak nomor dua di dunia. Apabila ini tidak menjadi perhatian serius kita bersama, maka tahun 2030 laut kita yang kaya akan terumbu karang dan ikan yang berlimpah akan menjelma menjadi lautan sampah plastik," ujar Ritha Helena melalui kepada.wartawan, Senin (12/8).

Gerakan Peduli Bumi ditandai dengan penyerahan shopping bag spunbond, tumbler dan sedotan stainles kepada pengurus maupun perwakilan majelis yang hadir dalam acara yang dilaksanakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (10/8).

Sejumlah acara menarik lainnya juga diselenggarakan saat itu, mulai dari talk show oleh Sonny Valentino Tulung, seni berkain modern oleh Reni Kusumawardani dan lomba puding tumpeng mini antar majelis.

"Tema acara kami adalah 'Wanita Buddhis Membangun Indonesia & Peduli Bumi'. Makna dari tema tersebut ialah, wanita Buddhis mempunyai peranan penting dalam mengisi pembangunan Indonesia, yang telah merdeka selama 74 tahun yang lalu pada saat diproklamirkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir Soekarno," tandas Ritha. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More