Selasa 13 Agustus 2019, 05:35 WIB

Dilantik, Langsung Tuntut Fasilitas

UL/RS/OL/LD/RF/N-1 | Nusantara
Dilantik, Langsung Tuntut Fasilitas

MI/Nurul Hidayah
Pelantikan anggota DPRD Cirebon.

 

ANGGOTA DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, periode 2019-2024 yang baru dilantik kemarin mengajukan perbaikan sejumlah fasilitas yang ada di gedung dewan. Dari 35 wakil rakyat baru Kota Udang tersebut, 19 orang di antaranya merupakan petahana, sedangkan sisanya wajah baru dari sejumlah partai.

Berdasarkan pantauan, seusai pengambilan sumpah oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Cirebon Edi Junaedi, selanjutnya ditunjuk ketua dan wakil ketua DPRD Kota Cirebon sementara. Sesuai dengan perolehan suara terbanyak partai, Partai Gerindra menunjuk Ruri Tri Lesmana sebagai ketua DPRD sementara dan PDI Perjuangan menunjuk Fitria Pamungkas sebagai wakil ketua.

Dalam sambutannya, Ruri Tri Lesmana sempat meminta ruang kerja yang representatif. “Hingga kini belum ada ruang fraksi,” kata Ruri.

Gedung DPRD Kota Cirebon memang hanya memiliki ruang komisi dan tanpa adanya ruang untuk fraksi.

Selain itu, ia meminta kualitas PNS yang ada di lingkung-an Sekretariat DPRD Kota Cirebon ditingkatkan guna menunjang kinerja dewan ke depan.

Saat ditemui seusai rapat paripurna, Ruri mengungkapkan permintaan ruang fraksi bukan hanya usulannya. “Saya hanya menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari teman-teman di sini.”

Selama ini, lanjutnya, rapat fraksi selalu digelar di ruang komisi. Menurut Ruri, ruang fraksi sangat dibutuhkan, terutama untuk menggelar rapat.

Meski demikian, ia menyatakan yang disampaikannya di rapat paripurna hanya masuk-an untuk mengoptimalkan kinerja dewan.

Wali Kota Cirebon ­Nashrudin Azis saat dimintai konfirmasi terkait dengan permintaan anggota DPRD 2019-2024 menyatakan aspirasi tersebut merupakan hal wajar.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik wacana penggunaan busana adat Bali pada pelantikan anggota DPRD periode 2019-2024 tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Pemakaian busana adat dinilai sebagai hal yang bagus, bahkan jika perlu kelengkapannya seperti udeng, baju, saput, dan kamen (kain) dibuat seragam karena sudah dianggarkan.

“Sebagai warga yang cinta kepada budaya Bali, tunjukkan dengan beridentitas melalui busana adat Bali,” kata Koster di sela-sela menghadiri Sidang Paripurna DPRD Bali, kemarin. (UL/RS/OL/LD/RF/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More