Selasa 13 Agustus 2019, 05:00 WIB

AS-Taliban Rampungkan Perundingan Tahap Akhir

AFP/Tes/I-1 | Internasional
AS-Taliban Rampungkan Perundingan Tahap Akhir

WAKIL KOHSAR / AFP
Nampak dalam foto di monitor komputer, halaman Twitter juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

 

KELOMPOK Taliban dan perunding Amerika Serikat (AS) menyelesaikan putaran negosiasi terakhir. Kedua pihak berupaya mencapai kesepakatan yang digadang-gadang akan mempersempit kehadiran pasukan AS di Afghanistan.

Hal itu diungkapkan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pada Senin (12/8). Mujahid menuturkan perundingan putaran kedelapan yang berlangsung di Doha, Qatar, selesai tengah malam.

“Prosesnya sempat tidak menarik dan efektif. Kedua pihak sepakat untuk berkonsultasi dengan pemimpin masing-masing terkait langkah selanjutnya,” kicau Mujahid di akun Twitter-nya.

Sejauh ini belum ada respons dari kedutaan AS di Kabul. Minggu lalu, utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, memberi sinyal negosiasi AS-Taliban hampir selesai.

“Saya berharap ini adalah Idul Adha terakhir di saat Afghanistan masih dibayangi peperangan,” sebut Khalilzad melalui Twitter.

Washington bernegosiasi dengan rivalnya selama satu tahun terakhir untuk mencapai kesepakatan. Salah satu aspek yang dibahas ialah penarikan 14.000 pasukan AS dari Afgha-nistan. Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump ingin mengakhiri keterlibatan dalam perang Afghanistan yang sudah berlangsung 18 tahun. Negara adidaya itu telah menghabiskan anggaran lebih dari US$1 triliun.

Sebagai penyeimbang perjanjian, Taliban berkomitmen untuk menjamin keamanan, termasuk tidak akan membiarkan Afghanistan sebagai tempat perlindungan para pejihad.

Pada Senin ini, dinas intelijen Afghanistan mengumumkan pembebasan 35 tahanan Taliban karena sudah berperilaku baik. “Pembebasan sejumlah tahanan merupakan isyarat kuat dari pemerintah Afghanis­tan untuk perdamaian dan mengakhiri perang,” bunyi pernyataan badan tersebut.(AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More