Senin 12 Agustus 2019, 18:15 WIB

Pasar Kacamata Kondusif, Owndays Tawarkan kemudahan

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Pasar Kacamata Kondusif, Owndays Tawarkan kemudahan

Dok. Owndays Indonesia
Peluncuran gerai Owndays di Senayan City

 

PENGGUNA kacamata di Indonesia saat ini terbilang cukup tinggi, terutama didorong dengan penggunaan gawai yang masif. Namun, urusan soal kaca mata terkadang berlangsung lama dan rumit baik dari segi harga maupun ketersediaan lensa,

Hal itu pun coba dijawab oleh produsen kacamata asal Jepang, Owndaya yang pada Senin (12/8) membuka gerai ke-10 di Indonesia di pusat perbelanjaan Senayan City.

Chief Operating Officer Owndays Alex Yeo mengatakan, pihaknya menawarkan kemudahan dalam urusan kacamata lewat konsep harga yang sederhana. Harga yang tertera dalam kaca mata Owndays sudah termasuk frame dan lensa.

"OWNDAYS membuat sistem harga yang simple dan mudah dimengerti oleh pelanggan. Kami menawarkan lensa aspheric indeks tinggi tanpa biaya tambahan, tidak peduli seberapa tinggi derajatnya," ujar Alex Yeo.

Baca juga : Heribertus Denny Sejuta Kacamata untuk Indonesia

Selain soal harga yang memudahkan konsumen mempersiapkan bujet, Owndays juga menjamin proses pembuatan kacamata di gerainya bisa berlangsung cepat. Konsumen hanya perlu menunggu 20 menit untuk mendapatkan kaca mata dengan ukuran lensa yang diiinginkan.

Namun, lanjut Alex, hal itu juga tergantung dengan ketersediaan frame dan lensa yang ada, serta seberapa rumit kacamata tersebut diproses.

"Dengan menyediakan beragam lensa dari pembuat lensa terkemuka di toko kami dan menggunakan teknologi terbaru, kami bertujuan untuk menyiapkan kacamata anda dalam waktu sesingkat mungkin," ujar Alex.

Saat ini, terdapat Owndays memiliki lebih dari 1.500 model kacamata yang dijual di pasaran dengan kisaran harga Rp799 ribu hingga Rp1,8 juta. Salah satu model kacamata unggulan Owndays ialah kacamata dengan frame yang fleksibel. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More