Senin 12 Agustus 2019, 18:36 WIB

Duta Bahasa Rangsang Siswa Lebih Aktif Berbahasa Inggris

Eni Kartinah | Humaniora
Duta Bahasa Rangsang Siswa Lebih Aktif Berbahasa Inggris

Istmewa
Para EF Ambassadors yang terpilih berpose bersama di Jakarta, Senin (12/8).

 

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu faktor kesuksesan seseorang di era komunikasi modern. Karena itu, untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara aktif sangat dianjurkan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Terkait hal tersebut, EF English Centers for Adults ini meluncurkan kampanye EF Ambassador di seluruh center di Indonesia, Senin (12/8). EF Ambassador menjadi kampanye terbaru dari EF Adults yang menyeleksi seluruh siswa yang dianggap mewakili semangat EF Adults dalam memberikan motivasi penggunaan Bahasa Inggris yang baik dalam aktivitas sehari-hari.

“Siswa yang terpilih adalah mereka yang secara nyata meraih kesuksesan melalui penggunaan bahasa Inggris yang aktif dalam profesi dan aktivitas yang dijalani serta dengan bangga menjadi siswa EF Adults yang aktif belajar,” kata  Evan Januli, Head of Marketing EF English Centers for Adults pada jumpa pers di Jakarta, Senin (12/8).

Dalam penjelasannya, Evan menyampaikan, “EF Adults selalu berusaha menghadirkan improvisasi sistem pembelajaran agar siswa dapat mengeluarkan potensi terbaiknya dalam menggunakan bahasa Inggris pada aktivitas dan profesinya.’

Kini bertepatan dengan momen menjelang perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, EF Adults meluncurkan EF Ambassador yakni kampanye yang menghadirkan bukti nyata, living proof akan signifikansi bahasa Inggris sebagai bagian dari upaya mencapai kesuksesan dalam pendidikan, berbagai profesi dan pekerjaan.

“Keberadaan EF Ambassador menggaungkan kebanggaan menjadi siswa EF Adults dan berupaya menciptakan gema di antara para siswa serta masyarakat luas untuk lebih bersemangat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,” tutur Evan.

 EF Ambassador sekaligus menjadi apresiasi kami bagi siswa yang telah belajar dengan baik dan mencapai keberhasilan pada profesi yang dijalani. Dari seluruh siswa EF Adults di seluruh Indonesia, terpilih enam orang siswa yang dinilai  mampu mewakili semangat EF Adults.

“Seluruhnya berasal dari berbagai profesi, yang telah membuktikan sendiri bahwa penguasaan Bahasa Inggris menjadi salah satu kemampuan yang memompa kepercayaan diri sekaligus membuka wawasan lebih luas dalam perjalanan mencapai kesuksesan,” tutur Evan.

Data EF Adults periode Agustus 2018-Juni 2019 menunjukkan bahwa 58% calon siswa baru berada di level elementary saat memulai pelajarannya. Elementary level adalah situasi ketika seorang siswa menguasai konstruksi gramatikal dasar serta mampu memahami situasi secara mendasar.

Data ini menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Inggris masyarakat usia 18 tahun ke atas yang menjadi calon siswa EF Adults masih berada di level cukup rendah. Tak berbeda jauh, data EPI (English Proficiency Index) 2018, riset EF global yang menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara dengan penguasaan Bahasa Inggris cukup rendah.

“Pada 2018, Indonesia berada di posisi 51 dari 80 negara internasional yang masuk dalam riset. Sementara dari 21 negara Asia, Indonesia ada pada peringkat 13,” jelas Evan.

Di sisi lain, siswi EF Adults yang terpilih menjadi EF Ambassador, Nabila Charisty, mengaku merasakan manfaat dengan memiliki kemampuan bahasa Inggris.  Bermodalkan kemampuan berbahasa Inggris yang sekarang berada di level Upper Advance di center The Plaza Jakarta, Nabila merasa jauh lebih percaya diri.

“Selain jam belajar yang lebih fleksibel, guru EF Adults terus melatih conversation dan membuat saya tidak gagu ketika harus mempraktekkan dalam pekerjaan. . Setiap kata dan kalimat terasa jauh lebih lancar mengalir, saya pun memahami situasi yang sedang berjalan lebih cepat meski dalam acara berskala internasional,” papar Nabila.

Aditya Tri Nugraha, EF Ambassador yang sedang belajar menjadi pastry & art bakery chef turut menyampaikan pendapatnya. “Profesi yang ingin saya capai sebagai pastry & art bakery chef masih banyak mengandalkan ilmu yang ditransfer dari belahan dunia barat dan kebanyakan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar,” ujar Aditya.

Kampanye EF Ambassador diawali pada periode Agustus 2019 hingga Februari 2020. Kampanye tersebut  akan dilanjukan pada periode selanjutnya. Selama masa kampanye, para EF Ambassador berhak memperoleh berbagai benefit, seperti free course selama tiga bulan, ambassador kit hingga certificate of recognition. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More