Senin 12 Agustus 2019, 14:00 WIB

Bank Indonesia Nilai Devaluasi Yuan Tak Pengaruhi Ekspor RI

Atalya Puspa | Ekonomi
Bank Indonesia Nilai Devaluasi Yuan Tak Pengaruhi Ekspor RI

AFP
Mata uang Tiongkok, yuan, mengalami devaluasi.

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo mengungkapkan devaluasi nilai tukar yuan tidak akan memberikan pengaruh pada kinerja ekspor Indonesia.

"Kalau kita lihat perdagangan kita terhadap Tingkok tidak terpengaruh banyak dari sisi yuan, karena memang porsi kita bukan ditentukan dari sisi nilai tukar kita," kata Doddy di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (12/8).

Doddy menyebut, ekspor Indonesia akan melemah jika terjadi pelemahan permintaan atau penurunan kualitas barang ekspor Indonesia.

"Transakasi ekspor-impor kita memang tidak begitu terkait banyak dengan devaluasi mata uang kita, tetapi lebih kepada permintaan dari sisi kualitasnya sendiri," tambah Doddy.

Doddy juga mengungkapkan, devaluasi yuan tersebut bergantung dari pemerintah Tiongkok, apakah hal itu merupakan bentuk mekanisme pasar, atau sebagai salah satu keperluan dagang internasional.

Namun begitu, di tengah kondisi apapun, Dody mengungkapkan BI dan pemerintah akan berupaya untuk menjaga volume permintaan termasuk dengan perluasan pasar sasaran ekspor melalui peningkatan perdagangan bilateral.

Seperti diketahui, nilai tukar Yuan mengalami devaluasi hingga 1,59% menjadi 7,05 yuan per dolar AS pada 5 Agustus 2019.

Namun begitu, dugaan devaluasi Yuan sebelumnya sudah dibantah Bank Sentral China, People's Bank of China (PBoC). Menurunnya nilai tukar Yuan secara drastis beberapa waktu belakangan dikatakan oleh PBoC sebagai reaksi pasar menanggapi rencana kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS). (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More