Senin 12 Agustus 2019, 12:45 WIB

AS Desak Inggris Tegas terhadap Iran dan Tiongkok

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
AS Desak Inggris Tegas terhadap Iran dan Tiongkok

AFP/HO/Peruvian Ministry of Foreign Affairs
Penasehat keamanan nasional AS John Bolton

 

PENASEHAT keamanan nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton mendesak Inggris bersikap tegas terhadap Iran dan raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei. Pandangan Bolton diyakini akan mengemuka dalam pertemuan di London, Inggris.

Ketika Inggris bersiap meninggalkan Uni Eropa (Brexit) pada 31 Oktober, terjadi pergeseran geopolitik terbesar sejak Perang Dunia II. Banyak diplomat berharap Inggris semakin mendekat dengan AS.

Bolton dijadwalkan menghadiri pertemuan pada Senin (12/8) dan Selasa (13/8) waktu setempat, yang pembahasan utama fokus pada isu Brexit.

Hal itu mencerminkan langkah Presiden AS Donald Trump untuk memperkuat hubungan dengan pemerintahan baru Inggris di bawah nahkoda Perdana Menteri (PM) Boris Johnson. Mengingat, hubungan Trump dengan PM Inggris sebelumnya, Theresa May, cenderung panas.

Bolton diyakini akan mendesak para pejabat Inggris mengharmonisasikan kebijakan terkait Iran. Dalam hal ini, lebih dekat dengan Washington yang menekan Teheran dengan pemberlakuan sanksi ketat. Tepatnya setelah Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran.

Baca juga: Capres Demokrat AS Janji Perketat Senjata

Sejauh ini, Inggris mendukung Uni Eropa agar tetap berpegang pada perjanjian nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Akan tetapi, perebutan kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz, mendorong London mempertimbangkan sikap keras.

Marinir Inggris menahan sebuah kapal Iran, yang diduga menyelundupkan pasokan minyak ke Suriah, di lepas pantai Gibraltar pada 4 Juli. Tidak berapa lama, Inggris bergabung dengan AS dalam misi keamanan maritim di kawasan Teluk, untuk melindungi jalur perdagangan.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump menilai argumen Bolton terhadap Inggris, akan meningkatkan tekanan Iran. Apalagi jika London berniat keluar dari JCPOA. Namun, keputusan seperti itu tidak diharapkan dalam waktu dekat.

Trump juga mendesak Inggris bersikap lebih keras terhadap Huawei, lantaran khawatir pengembangan 5G dapat mengancam keamanan nasional.

Washington ingin para sekutunya, termasuk Inggris, menghindari penggunaan peralatan teknologi dari Huawei.

Di bawah kepemimpinan PM May, pemerintah Inggris pada prinsipnya memberikan akses terbatas bagi Huawei, terutama bagian noninti jaringan 5G.

Bolton diperkirakan menyinggung persoalan Huawei dalam pertemuan dengan otoritas Inggris. Raksasa teknologi itu diduga kuat sebagai perpanjangan tangan pemerintah Tiongkok dan sistem perangkat kerasnya digunakan untuk memantau komunikasi negara lain.

Pekan lalu, Bolton bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di Washington. Dia dijadwalkan mengikuti agenda makan siang dengan Sekretaris Kabinet Inggris Mark Sedwill, Senin (12/8) waktu setempat.

Kemudian, dia akan bertemu dengan penasihat strategi utama PM Inggris, Edward Lister, di Downing Street. Pada Selasa (13/8), Bolton dijadwalkan bertemu Sekretaris Perdagangan Internasional, Liz Truss, berikut Sekretaris Pertahanan yang baru, Ben Wallace, dan sejumlah pejabat lainnya. (Channelnewsasia/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More