Minggu 11 Agustus 2019, 21:30 WIB

Gudang Plastik di Ciracas Terbakar, Butuh 9 Jam Padamkan Api

Antara | Megapolitan
Gudang Plastik di Ciracas Terbakar, Butuh 9 Jam Padamkan Api

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Suasana kebakaran yang membakar gudang pengepul plastik di Kelapa Dua Wetan, Cipayung,

 

PETUGAS Sub Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur membutuhkan waktu paling cepat sembilan jam untuk memastikan api yang membakar gudang plastik di Jalan Asem Ciracas padam.
 
"Paling sekitar setengah jam atau satu jam ke depan kita bisa pastikan api benar-benar padam," kata petugas piket Sub Dinas Damkar Jakarta Timur, Fajar, saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Minggu (11/8).

Menurut Fajar, sebanyak 28 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak laporan diterima pukul 13.17 WIB.
 
Petugas di lapangan membutuhkan waktu panjang pemadaman karena material plastik sangat mudah terbakar di tengah embusan angin yang cukup kencang.

Hingga pukul 20.30 WIB, petugas telah mengerahkan total 28 unit armada pemadam dari sebelumnya berjumlah 20 unit.


Baca juga: Kemenhub Cari Solusi Taksi Online Bisa Masuk Jalur Ganjil-Genap


Fajar memastikan kobaran api saat ini sudah berhasil dikendalikan. Petugas di TKP sedang fokus pada proses pendinginan area yang terbakar.

"Sekarang sedang dalam tahap pendinginan, tapi bara api masih tampak di balik tumpukan plastik. Itu pun hanya beberapa titik saja," ujar Fajar.

Titik api berada di bagian belakang bangunan berwarna hijau di atas lahan sekitar 300 meter persegi di Jalan Asem Ciracas, RT03 RW04, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
 
Kobaran api berhasil dikendalikan petugas sejak Minggu sore hingga tidak meluas ke area pemukiman penduduk di sekitarnya.

Hingga tenggat penayangan berita, petugas belum menginformasikan timbulnya korban dari kejadian itu. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More