Minggu 11 Agustus 2019, 18:25 WIB

Wali Kota Mogadishu Tewas akibat Serangan Bom Bunuh Diri

Arpan Rahman | Internasional
Wali Kota Mogadishu Tewas akibat Serangan Bom Bunuh Diri

Abdirazak Hussein FARAH / AFP
Tentara Nasional Somalia berdiri tegak sehubungan dengan jenazah walikota Mogadishu, Abdirahman Omar Osman.

 

WALI Kota Mogadishu terbunuh dalam serangan tragis. Seorang perempuan pengebom bunuh diri buta bertanggung jawab dalam serangan ini.
 
Pada 24 Juli, tak lama setelah utusan AS meninggalkan kantor wali kota di ibu kota Somalia, seorang pengebom bunuh diri menemukan jalan masuk.
 
Bom itu menewaskan sedikitnya enam orang dan Wali Kota Abdirahman Omar Osman yang terluka parah, yang diterbangkan ke Qatar untuk dirawat. Dia meninggal seminggu kemudian.

Sekarang, pejabat Somalia mengatakan mereka telah mengidentifikasi pelaku: seorang wanita buta yang dipekerjakan oleh pemerintah kota.
 
Dalam sebuah pernyataan Jumat, Kementerian Keamanan Somalia mengatakan wanita itu dan seorang kolega wanita lain telah mengambil cuti sebulan sebelumnya dan sekarang diyakini telah melakukan perjalanan ke wilayah yang dikuasai oleh kelompok ekstremis al-Shabab.
 
Seorang juru bicara kelompok ekstrimis itu mengatakan kepada media setempat pada Juli bahwa pembom itu bermaksud menargetkan utusan AS, diplomat veteran Amerika James Swan.
 
"Temuan awal menunjukkan seorang wanita yang bekerja di pemerintah daerah meledakkan dirinya dengan bantuan wanita lain, yang juga bekerja di pemerintah daerah, ”kata pernyataan Kementerian Keamanan Somalia, seperti dikutip The Washington Post, Minggu (11/8).


Baca juga: 30 Orang Tewas Akibat Angin Topan Lekima di Tiongkok

 
"Pengebom menyalahgunakan kesempatan itu dan bersikap permusuhan terhadap atasan dan orang-orang yang bekerja dengannya," imbuhnya.
 
Pengunjung ke kantor wali kota biasanya harus melewati sejumlah detektor logam, menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana seseorang yang sarat dengan bahan peledak bisa mendapatkan kedekatan sedemikian rupa dengan pejabat tingkat tinggi.
 
Dijuluki Injineer Yariisow atau insinyur kecil, sebagai anggukan latar belakang tekniknya, Osman lahir di Somalia tetapi melarikan diri ke Inggris setelah pemerintah pusat negara itu runtuh dan perang pecah pada 1991. Dia menjadi warga negara Inggris dan menemukan gairah dalam politik, akhirnya melayani sebagai anggota dewan untuk Partai Buruh Inggris.
 
Dia pindah kembali ke Somalia pada 2009, meninggalkan kemapanan di Inggris dengan harapan dia akan membantu membangun kembali negara asalnya. Di Mogadishu, ia melanjutkan untuk memainkan berbagai peran, termasuk menteri informasi.
 
Kemudian, tahun lalu, Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed memecat Thabit Abdi Mohamed sebagai Wali Kota Mogadishu dan menunjuk Osman untuk menggantikannya. Kematian Osman yang mendadak dan kejam telah membuat kota itu terguncang.
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More