Minggu 11 Agustus 2019, 16:30 WIB

Performa Buruk, Persebaya Lepas Djajang Nurjaman

Faishol Taselan | Sepak Bola
Performa Buruk, Persebaya Lepas Djajang Nurjaman

MI/Panca Syurkani
Mantan pelatih Persebaya Djajang Nurjaman

 

MANAJEMEN Persebaya Surabaya resmi memecat Djajang Nurjaman sebagai pelatih menyusul hasil kurang bagus dalam beberapa pertandingan di Kompetisi Liga 1 yang dijalani tim bajul ijo.

Pemecatan pelatih yang akrab disapa Djanur ini diumumkan pasca Persebaya ditahan imbang 2-2 saat  menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (11/8).

"Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan," kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi di Surabaya, Minggu (11/8).

Dalam catatan selama kompetisi Persebaya, dalam tujuh laga terakhir, Persebaya hanya memetik satu kemenangan, sisanya empat kali seri, dan dua kali kalah.

Hasil yang mengecewakan bagi penggemar Persebaya. Apalagi, saat menjamu Madura United yang diharapkan bisa memetik kemenangan, namun kembali seri.

Baca juga : Fakhri Husaini Pastikan Timnas U-18 tidak Jemawa

Manajemen mengucapakan terima kasih ke Djanur. Meski akhirnya harus melepas jabatan pelatih, Djanur sangat berjasa di Persebaya.

Menurut Candra, Djanur telah membawa Persebaya bertahan di Liga 1. Bahkan, pada musim kompetisi tahun lalu bertengger di posisi kelima.

"Manajemen sangat berterima kasih, cukup banyak prestasi yang sudah diraih selama di Persebaya," kata Candra.

Djanur sendiri menerima semua keputusan manajemen. Dia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya.

Saat konpers pasca laga di GBT, Djanur mengaku pasrah atas desakan untuk mundur.

Manejemen kini menunjuk Bejo Sugiantoro sebagai pelatih caretaker sebelum ditunjuk pelatih resmi untuk menangnai Persebaya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More