Minggu 11 Agustus 2019, 12:15 WIB

Penembakan di Masjid Norwegia, Satu Orang Terluka

Ihfa Firdausya | Internasional
Penembakan di Masjid Norwegia, Satu Orang Terluka

AFP/Terje Pedersen / NTB Scanpix
Seorang polisi mengoperasikan robot di depan masjid Al-Noor pascapenembakan di rumah ibadah itu.

 

SEORANG pria melepaskan tembakan di sebuah masjid di dekat Oslo, Sabtu (10/8). Peristiwa itu melukai satu orang jemaah masjid.

Kepala masjid Irfan Mushtaq menggambarkan penyerang adalah seorang pemuda kulit putih berpakaian hitam, mengenakan helm, dan rompi antipeluru.

Ia juga mengatakan hanya tiga orang yang berada di dalam al-Noor Islamic center ketika serangan terjadi.

"Salah satu anggota kami telah ditembak seorang pria kulit putih dengan helm dan seragam," kata Irfan kepada media setempat.

Irfan mengatakan pria itu membawa banyak senjata. Untungnya, seorang jamaah masjid dapat menghalau pelaku.

Baca juga: Pelaku Penembakan El Paso Targetkan Warga Meksiko

Mushtaq sendiri tiba di tempat kejadian tidak lama setelah diberitahu tentang pria bersenjata itu. Ia lantas pergi ke belakang gedung sambil menunggu polisi datang.

"Lalu saya melihat peluru berserakan dan darah di karpet. Saya juga melihat salah satu anggota kami terduduk, berlumuran darah," kata Mushtaq kepada surat kabar Norwegia VG.

Menurut Mushtaq, pihak masjid tidak menerima ancaman sebelum peristiwa penembakan.

Serangan itu terjadi pada malam menjelang perayaan Idul Adha yang menandai berakhirnya ibadah haji bagi umat Muslim.

Pihak masjid segera melapor ke polisi sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Petugas lantas mendapati seorang korban telah tertembak. Mereka kemudian mengklarifikasi bahwa korban menderita "luka ringan". Polisi menduga tersangka bertindak sendiri dalam serangan ini.

Pihak berwenang Norwegia mengatakan mereka akan mengirim lebih banyak petugas sehingga para Muslim dapat "seaman mungkin" merayakan hari raya Idul Adha.

Juru bicara kepolisian Oslo Rune Skjold pada konferensi pers, Sabtu (10/8) pagi, menyebut bahwa tersangka adalah warga sekitar.

"Dia adalah seorang pemuda Norwegia, dengan latar belakang Norwegia. Dia tinggal di sekitar (TKP)," kata Skjold.

Ia menambahkan polisi telah mengenal tersangka sebelum kejadian. Polisi menyebut bahwa tersangka tidak mempunyai latar belakang kriminal.

Pria itu telah ditahan dan akan diinterogasi terkait kejadian di masjid dan pembunuhan.

Salah satu serangan terburuk pernah terjadi di Norwegia, Juli 2011. Serangan tersebut dilakukan seorang ekstrimis sayap kanan bernama Anders Behring Breivik.

Breivik meledakkan bom di Oslo yang menewaskan delapan orang. Ia kemudian menembaki sebuah pertemuan sayap pemuda Partai Buruh di pulau Utoya dan menewaskan 69 orang. Kebanyakan dari mereka adalah remaja.

Ada serentetan serangan nasionalis kulit putih baru-baru ini di dunia Barat, termasuk di Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru.

Maret lalu, 51 jemaah Muslim terbunuh di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru.

Tersangka pembunuhan di Christchurch menulis sebuah manifesto penuh kebencian. Ia mengatakan terpengaruh ideologi sayap kanan.

Dalam peristiwa Sabtu (10/8) kemarin, polisi Norwegia mengatakan tersangka telah aktif di media daring sebelum penembakan.

Siaran TV2 juga melaporkan bahwa mereka telah mempelajari identitas pria itu. Mereka menemukan sebuah postingan di sebuah forum daring dari seseorang yang menggunakan nama yang sama dengan pelaku penembakan di masjid Oslo.

Postingan itu tampak memuji penyerang di Selandia Baru dengan diakhiri kata-kata "Valhalla menunggu". (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More