Sabtu 10 Agustus 2019, 08:00 WIB

L'Enfant Terrible Frank Lampard

SuryopratomoDewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
L

CHARLY TRIBALLEAU / AFP
Frank Lampard

 

TIDAK ada yang menyangkal, Frank Lampard merupakan seorang gelandang terbaik yang pernah dimiliki Inggris.

Dia merupakan salah satu pemain lapangan tengah paling produktif. Hanya Bobby Charlton yang mengungguli Lampard karena membawa Inggris menjadi juara dunia 1966.

Di balik kehebatan sebagai seorang pemain, ada kebandelan yang melekat pada Lampard. Pada 2000 ia pernah menjadi sumber kehebohan ketika videonya bersama Rio Ferdinand dan Kieron Dyer berlibur di Pantai Ayia Napa, Siprus, tayang di Channel 4 dalam film dokumenter berjudul Sex, Footballers and Video-tape.

Tidak hanya itu, Lampard bersama tiga rekannya di Chelsea pernah dihukum tidak mendapatkan gaji selama dua pekan karena mabuk-mabukan hanya sehari setelah serangan teror 11 September 2001. Lampard dipersalahkan karena mengganggu orang lain dan tidak memiliki empati terhadap korban peristiwa serangan teror Menara Kembar di New York tersebut.

Julukan l'enfant terrible pun pantas dilekatkan kepada Lampard karena kebandelannya. Kalau Manchester United pernah punya anak bandel bernama Eric Cantona, anak bandel the Blues ialah Lampard.

Kini, anak bandel itu bukan hanya telah berubah menjadi anak baik, tetapi harus memberi contoh yang baik. Lampard ditunjuk Roman Abramovich untuk mengembalikan kebesaran the Blues yang 13 tahun lalu ia bangun bersama rekan-rekannya seperti John Terry, Didier Drogba, dan Peter Cech.

Debut Lampard sebagai pelatih di Liga Premier ditunggu banyak orang, apakah bisa lebih hebat dari ayahnya yang pernah menjadi asisten pelatih di West Ham United.

Ia memang baru setahun berperan sebagai pelatih saat menangani klub Divisi II Derby County. Namun, Abramovich telanjur jatuh cinta karena dalam debutnya sebagai pelatih, Lampard hampir membawa Derby County menembus Liga Premier dan hanya gagal di langkah terakhir karena kalah dari Aston Villa di pertandingan play-off.

Abramovich tidak keberatan membayar 4 juta pound sterling setahun untuk Lampard selama tiga tahun. Konglomerat Rusia itu pun rela membayar kompensasi sama kepada Derby County agar mau melepas Lampard pindah ke Chelsea.

Lampard diyakini berhasil sebagai pelatih karena ia cerdas. Chelsea pernah mengukur intelligence quotient para pemainnya dan Lampard merupakan pemain paling tinggi IQ-nya. Latar belakang keluarganya juga besar di sepak bola. Pelatih legendaris West Ham, Harry Redknapp, ialah paman Lampard. Bintang Liverpool, Jamie Redknapp, merupakan sepupu Lampard.

Tantangan berat Lampard sebagai debutan ialah mengendalikan ego anak-anak asuhnya agar tercipta kebersamaan. Gesekan pertama yang harus ia hadapi ialah mengendalikan perilaku bekas rekan satu timnya, David Luiz. Center-back Brasil ini memang belum yakin dengan Lampard.

Namun, Lampard menunjukkan dirinya sebagai komandan. Tanpa ragu ia menyisihkan Luiz dari tim utama karena mencoba membangkang. Bahkan ketika Arsenal berminat mendapatkan pemain asal Brasil itu, ia langsung menyetujui untuk melepaskan Luiz.

Memang, kepergian Luiz mengurangi kekuatan Chelsea di belakang. Apalagi the Blues sudah kehilangan bintangnya, Eden Hazard, yang pindah ke Real Madrid. Lampard ibarat benar-benar harus membangun the dream team baru.

Ujian pertama Lampard tidak tanggung-tanggung. Di penampilan perdana ia harus memimpin the Blues ke kandang musuh bebuyutan Manchester United di Old Trafford, Minggu (11/8) besok.

Theater of dreams merupakan stadion menakutkan untuk para pemain debutan. Tidak salah apabila Lampard memilih menerapkan pola 4-2-3-1 yang lebih bertahan. Ia meminta anak asuhnya cepat menekan lawan dan membatasi ruang gerak ketika kehilangan bola.

Tanpa Luiz dan Gary Cahill, Chelsea kini mengandalkan Kurt Zouma dan Andreas Christensen di jantung pertahanan. Ban kapten mungkin diserahkan kepada bek kiri Cesar Azpilicueta.

Untuk menjaga keseimbangan tim, Lampard berharap gelandang bertahan Prancis N'Golo Kante pulih dari cedera. Kalau tidak, Lampard mengandalkan Mateo Kovacic yang baru bergabung dari Real Madrid dan Jorginho untuk mengukuhkan pertahanan the Blues dari gempuran 'Setan Merah'.

Posisi ujung tombak mungkin diserahkan kepada Oliver Girroud. Lampard mempunyai tiga penyerang lapis kedua yang andal, yakni Willian, Pedro, dan pemain baru dari Borussia Dortmund Christian Pulisic.

'Setan Merah' sedang berjuang mengembalikan kejayaan. Ole Gunnar Solskjaer, yang menjadi pesaing Lampard ketika sama-sama masih bermain, mendapatkan kesempatan penuh untuk menunjukkan kemampuannya dalam membangun kembali kebesaran MU.

Langkah pertama yang dilakukan Solskjaer ialah memperkuat pertahanan. Kehadiran pemain asal Leicester City, Harry Maguire, membuat ia percaya diri pada musim kompetisi ini. Maguire diandalkan menjadi Les Ferdinand baru yang kuat dalam bola-bola atas dan taktis melihat serangan lawan.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melihat kehadiran Maguire akan menjadi pembeda bagi MU. "Saya melihat MU penantang kuat di samping Chelsea dan Arsenal," kata Guardiola.

Absennya Paul Pogba yang cedera dan Romelu Lukaku yang pindah ke Internazionale Milan mengurangi kekuatan 'Setan Merah'. Namun, MU masih memiliki Jesse Lingard, Marcus Rashford, dan Anthony Martial sebagai trisula di depan. Di tengah ada Nemanja Matic yang menjadi jangkar dan tiga pemain muda yang bisa menjadi pilihan, yaitu Scott McTominay, Fred, dan Daniel James.

Old Trafford bisa menjadi mimpi buruk bagi Lampard pada kiprah pertamanya di Liga Premier. Kekuat-an 'Setan Merah' menyerang lewat sayap bisa menjadi momok bagi Chelsea.

MU mempunyai dua bek kuat dalam menyerang, yaitu pemain muda asal Crystal Palace Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw. Apalagi jika Chelsea gagal menutup gerakan mereka, gawang Kepa Arrizabalaga mudah untuk dirobek.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More