Jumat 09 Agustus 2019, 14:20 WIB

Pedagang Atribut Kemerdekaan Raup Omzet Hingga Rp5 Juta Per Hari

Antara | Humaniora
Pedagang Atribut Kemerdekaan Raup Omzet Hingga Rp5 Juta Per Hari

MI/Bary Fathahilah
Pedagang atribut kemerdekaan

 

PEDAGANG atribut 17 Agustus di sekitar kawasan Pasar Jatinegara Jakarta Timur meraup omzet dari hasil penjualan Rp500 ribu hingga Rp5 juta per harinya.  

"Untuk penjualan agak mending lah, namun tidak semeriah tahun lalu karena ada Asian Games juga kan," kata Gibran, 30, salah seorang pedagang pernak pernik 17 Agustus di kawasan Pasar Jatinegara Jakarta Timur, Jumat (9/8).

Baca juga: Ada Perpres, Trans-Jakarta Harap Bus Listrik Segera Beroperasi

Aneka macam pernak pernik tersebut mulai dijual pedagang kaki lima sejak awal Agustus. Ia mengaku sudah empat tahun terakhir selalu berjualan aneka atribut menjelang 17 Agustus di lokasi yang sama.    

Berbagai atribut yang dijual diantaranya bendera ukuran kecil, sedang hingga besar, stiker, logo, balon, terompet, topi, umbul-umbul, slinger, lampion merah putih dan lainnya. Menariknya, aneka atribut yang dijual tersebut tidak hanya produk buatan dalam negeri, tapi juga berasal dari Tiongkok.

"Memang cukup banyak produk dari Tiongkok yang saya jual, kalau beli produk dalam negeri ongkos pembuatannya lumayan tinggi," katanya.    

Beberapa contoh atribut buatan Tiongkok yang dijual diantaranya balon, lampion merah putih, logo, slinger, dan sebagainya. Sedangkan produk buatan dalam negeri yaitu bendera, stiker, umbul-umbul, terompet, topi dan lainnya.   

Terkait harga atribut tersebut dijual dengan variatif tergantung ukurandan jenis bahannya. Misalnya, umbul-umbul paling murah dijual Rp10 ribu dan paling tinggi Rp50 ribu.    

Begitu juga dengan harga jual bendera merah putih mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. Seterusnya bekron per meter mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu. "Jadi tergantung bahan serta ukurannya," ujar dia.    

Untuk pembeli, ujarnya, cukup beragam mulai dari instansi perkantoran, masyarakat hingga anak-anak sekolah.    

Sementara itu, Firmansyah, 25, salah seorang konsumen mengatakan sengaja datang membeli atribut 17 Agustus di kawasan Pasar Jatinegara untuk kebutuhan kantor. "Biasanya setiap tahun saya beli atribut 17 Agustus di sini karena lebih komplit dan banyak pilihan," ujar dia.    

Baca juga: 4 Tersangka Selundupkan Ratusan Kilogram Ganja dalam Tabung Gas

Ia mengaku topi, terompet, balon, yang dibelinya untuk perlombaan di kantor saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.    

"Jadi kami ada lomba di kantor dengan tema peringatan hari kemerdekaan makanya beli perlengkapan atribut di sini," pungkasnya. (Ant/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More