Kamis 08 Agustus 2019, 23:00 WIB

Atlet Djarum kembali Diguyur Bonus

(Ant/R-3) | Olahraga
Atlet Djarum kembali Diguyur Bonus

ANTARA FOTO/Humas PP PBSI-Widya
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon menunjukan piagam di podium

PEBULU tangkis Indonesia yang menjadi finalis di Indonesia Terbuka dan Japan Terbuka 2019, kamis (8/8), mendapatkan guyuran bonus berupa uang tunai dan voucer belanja di toko daring. Atlet PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukamuljo, finalis yang meraih gelar juara di dua turnamen tersebut bersama Marcus Fernaldi Gideon, mendapatkan voucer sebesar Rp50 juta dari Blibli.com dan Tiket.com serta bonus deposito sebesar Rp200 juta dari BCA.

Sementara itu, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, bonus yang mereka terima berbeda dengan Kevin meski keduanya juga binaan Djarum. Hendra/Ahsan mendapat kontrak sponsor dari Yuzu Isotonic. Durasi kontrak itu selama satu tahun dan bisa diperpanjang pada tahun-tahun berikutnya.

“Saat final Indonesia Terbuka, saya melihat dada Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan masih kosong. Lalu, saya tawarkan kepada sponsor dan ternyata Yuzu yang berminat. Begitu juga dengan pemain yang langsung menerima,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

Berdasarkan keterangan dari wakil dari Yuzu isotonic, Agung Budiman, sponsorship yang dilakukan secara pribadi dan besarannya masing-masing Rp250 juta untuk satu tahun kerja sama. Khusus untuk Kevin, bonus yang didapatnya diberikan secara langsung oleh perwakilan Blibli.com dan Sekjen PP PBSI, Achmad Budiarto.

Tidak hanya finalis Indonesia Terbuka dan Japan Terbuka yang mendapatkan bonus, pemain muda Djarum yang menjadi juara ajang Asia Junior Championship 2019 juga mendapat penghargaan. 

Bonus untuk mereka berupa deposito dari BCA masing-masing sebesar Rp60 juta dan yang mendapatkannya ialah pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan pasangan ganda campuran Indah Cahya Sari Jamil/Leo Rolly Carnando. (Ant/R-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More