Jumat 09 Agustus 2019, 04:40 WIB

ASEAN dan Uni Eropa Kerja Sama Pendidikan

(Tes/X-11) | Internasional
ASEAN dan Uni Eropa Kerja Sama Pendidikan

(ANTARA/Yuni Arisandy)
Kuasa Usaha Ad Interim Misi Uni Eropa untuk ASEAN Lucas Cibor (kanan) meluncurkan "EU-ASEAN Blue Book 2019

 

ASEAN dan Uni Eropa meluncurkan publikasi tahunan mengenai kerja sama kedua pihak, yaitu EU-ASEAN Blue Book 2019. Perhimpunan negara antarkawasan itu berupaya memperkuat hubungan menjadi kemitraan strategis.

"Ciri khas kemitraan ialah kerja sama erat pada sejumlah sektor yang memiliki kepentingan bagi kedua pihak. Berikut upaya mengatasi berbagai tantangan, seperti pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim," tutur Kuasa Usaha Ad Interim Misi Uni Eropa untuk ASEAN Lucas Cabor di Jakarta, kemarin.

Cabor mengungkapkan Uni Eropa mendedikasikan anggaran lebih dari 200 juta euro untuk mendukung integrasi kawasan ASEAN periode 2014-2020.

Sejumlah kerja sama Uni Eropa dan ASEAN yang perlu digarisbawahi ialah penyelesaian EU-ASEAN Migration and Border Management Prog-ramme II (EA-MBMP II).

Aspek lainnya ialah peluncuran program baru untuk mendukung integrasi ekonomi melalui Enhanced ASEAN Regional Integration Support from the EU (ARISE Plus). Terdapat program yang memfasilitasi dialog Uni Eropa-ASEAN untuk membahas prioritas kebijakan bersama, yaitu Enhanced Regional EU-ASEAN Dialogue Instrument (E-READI).

Kerja sama lainnya menghasilkan peluncuran program ASEAN Solutions for Investments, Services and Trade untuk pelayanan perdagangan.

Selain itu, terdapat peluncuran program Safe and Fair yang bertujuan meningkatkan kondisi kerja bagi imigran perempuan di Asia Tenggara.

Selain peluncuran Uni Eropa-ASEAN Blue Book 2019, kemarin juga diselenggarakan perayaan HUT ke-52 ASEAN serta ASEAN-EU Cooperation and Scolarships Day. Rangkaian kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai hasil kerja sama UE-ASEAN di bidang pembangunan.

Deputi Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Kung Phoak, mengatakan pendidikan tinggi ialah prioritas kerja sama Uni Eropa-ASEAN.

"Sejak 2014, lebih dari 5.500 mahasiswa dan tenaga pendidik dari ASEAN menempuh pendidikan di Eropa, dengan beasiswa yang bersumber dari Uni Eropa dan negara-negara anggota. Program beasiswa juga diberikan kepada 3.000 mahasiswa dan tenaga pendidik yang belajar dan bekerja di wilayah ASEAN," papar Kung. (Tes/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More