Kamis 08 Agustus 2019, 21:25 WIB

Taj Yasin: Mbah Moen Selalu Minta Didoakan Husnulkhatimah

Sitria Hamid dari Mekkah, Arab Saudi | Humaniora
Taj Yasin: Mbah Moen Selalu Minta Didoakan Husnulkhatimah

ANTARA FOTO/Aji Styawan
K.H. Maimoen Zubair (kiri) berbincang dengan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

 

KH Maimun Zubair (Mbah Moen) selalu minta didoakan agar wafat dalam husnulkhatimah, saat berada di Jakarta sebelum berangkat ke tanah suci. Wafatnya Mbah Moen meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga tapi juga masyarakat Indonesia seluruhnya.

Putra Mbah Moen, Taj Yasin Maimun mengatakan hal itu, seusai mengikuti silatirahim Nadlatul Ulama XVIII Sedunia, di Mekah, Kamis (8/8).

"Keluarga saat ini sudah merasakannya sendiri. Sejak manaqib beliau di rumah, biasanya yang beliau tidak mau berdoa, dia memimpin doa waktu itu. Ketika memimpin doa, beliau berdoa, semoga husnulkhatimah, semoga husnulkhatimah, semoga husnulkhatimah," kata Taj Yasin Maimun atau yang akrab dipanggil Gus Yasin tersebut.

Menurut Gus Yasin, yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah itu, sebelum berangkat ke Tanah Suci, Mbah Moen selalu minta didoakan husnulkhatimah kepada siapapun yang ditemuinya saat berada di Jakarta.

Baca juga: KWI: Mbah Moen Tokoh Bangsa yang Hadirkan Kesejukan

Kyai kharismatik NU tersebut meninggal dunia pada Selasa (6/8) subuh sekitar pukul 04.17 waktu Arab Saudi, di RS Al Noor Mekah. Sebelumnya, Mbah Moen yang tiba di Mekah pada akhir Juli tersebut telah menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram.

Pemimpin pondok pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang itu, sempat disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekah, sebelum dimakamkam di pemakaman Ma'la Mekah.

Menurut Gus Yasin, keluarga tidak keberatan Mbah Moen dimakamkan di Mekah. Bahkan, kata dia, ayahnya berkeinginan meninggal di Tanah Suci dan bisa dimakamkan di pemakaman Ma'la.

Gus Yasin menceritakan, setiap ada tamu, Mbah Moen selalu melantunkan kasidah sayyidah Khadijah, istri Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam yang dimakamkan di Ma'la.

"Ketika kasidah itu dibacakan beliau selalu menitikkan air mata," cerita Gus Yasin.

Dan ketika ada adik istri beliau, Kiai Nawawi, meninggal di Madinah, lanjut Gus Yasin, Mbah Moen mengatakan 'apa ya amalnya, kok beliau bisa meninggal di Madinah'.

"Artinya keinginan beliau dimakamkan di Mekah benar-benar kuat," kata Gus Yasin.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More