Jumat 09 Agustus 2019, 04:00 WIB

Investigasi Listrik Padam Libatkan Pakar dari 7 PTN    

Atalya Puspa | Ekonomi
Investigasi Listrik Padam Libatkan Pakar dari 7 PTN    

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Akibat loncatan arus jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV interkoneksi Jawa-Bali yang melintang

 

PT PLN (persero) membentuk tim independen untuk menginvestigasi penyebab aliran listrik mati atau blackout yang terjadi pada Minggu dan Senin (4/8 dan 5/8) lalu. 

Perusahaan listrik pelat merah tersebut menggandeng pakar yang berasal dari tujuh perguruan tinggi negeri (PTN).

 “Tim independen ini dari tujuh PTN di Jawa dan Bali. Kita serahkan investigasinya karena sangat kompleks sekali,” kata Direktur Strategis 2 PLN Djoko Abumanan di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (8/8).

Beberapa perguruan tinggi tersebut antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Mereka akan mengusut tuntas seluruh permasalahan pemadam-an listrik masal yang terjadi di separuh Pulau Jawa termasuk terkait dengan teknis pemadaman hingga manajemen internal PLN.

“Pemeriksaan dari gabungan perguruan tinggi ini supaya fair, ini terbuka. Kita serahkan investigasinya karena sangat kompleks sekali,” jelas Djoko seperti dikutip dari Medcom.id.

Soal pohon sengon yang menjadi dugaan awal blackout, Djoko enggan terburu-buru menyimpulkan. “Nanti tim (independen) yang memberi tahu karena ini tim yang memeriksanya,” ungkap dia.

Sebelumnya, pohon sengon yang tumbuh di sekitar Unit Pelaksana Teknis Perusahaan Listrik Negara (UPT PLN) Ungaran, Jawa ­Tengah, diduga menjadi penyebab ­rusaknya transmisi PLN. 

Polri menyebut hasil investigasi di lapangan, pohon sengon tumbuh melewati batas aman.

 “Jika pohon melebihi 8,5 meter akan mengganggu jaringan listrik supertinggi,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Pernyataan itu dibantah Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani. Sripeni menyebut pemadaman listrik massal masih diinvestigasi.

“Sistem Jawa Bali itu sangat kompleks, ada 250 pembangkit, kemudian 5.500 gardu induk, 5.000 km sirkuit transmisi 500 KV dan 7.000 km transmisi 150 KV,” kata Sripeni di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/8).
Sripeni menyebut pemadaman listrik di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten itu tidak bisa disebabkan satu faktor. Ada kompleksitas sistem yang berkaitan.
 
PLTD Senayan
Di tempat berbeda, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (persero) Haryanto WS menjelaskan penyebab berhentinya operasional moda raya terpadu (MRT) Jakarta saat pemadaman listrik Minggu (4/8) lantaran MRT tidak memiliki sumber pemasok listrik cadangan.

Saat ini MRT hanya dipasok melalui dua sistem kelistrikan, yaitu Unit Pusat Pengatur Beban (UP2B) Gandul dan Gardu Induk Priok. Ketika kedua pemasok listrik tersebut terkendala, MRT otomatis tidak bisa beroperasi.

Ke depan, pemasok cadangan bagi MRT ke depannya ialah Pembangkit listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan. PLTD Senayan akan beroperasi dan menjadi pemasok listrik andalan MRT ketika dua pasokan listrik itu mengalami kendala. 
“Jadi ini untuk darurat jika tidak ada pasokan lain untuk MRT itu,” ujarnya. (E-1) 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More