Kamis 08 Agustus 2019, 19:08 WIB

Ratusan Personel Kebut Perawatan PLTU Air Anyir

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Ratusan Personel Kebut Perawatan PLTU Air Anyir

MI/Rendy Ferdiansyah
Perawatan PLTU Air Anyir Bangka

 

SEJUMLAH teknisi sibuk melakukan pemeliharaan bagian-bagian penting dari mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Air Anyir Bangka Provinsi Bangka Belitung.

Satu-persatu bagian-bagian mesin pembangkit yang sudah dipelihara seperti generator, turbin, boiler, dan trafo untuk disatukan kembali agar kembali ke dalam sistem kelistrikan.

Aktivitas para teknisi tersebut merupakan rutinitas yang dilakukan setiap 2 hingga 3 tahun sekali untuk pemeliharaan agar PLTU berdaya 2X30 MW ini semakin handal. Selain itu untuk meminimalisi dampak kerusakan pada mesin.

Penanganan pemeliharaan berkala tersebut dikerjakan 150 personel Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan berbagai keahlian, ratusan teknisi ini pun harus berkerja hingga 24 jam dengan sistem sif agar target 40 hari perawatan dapat selesai.

Selama dalam perawatan, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir selama 3-4 jam.

Tim leader PJB Igit Wijanarko mengatakan 150 personel yang melakukan pemeliharaan di PLTU Air Anyir ini memiliki berbagai bidang keahlian mulai kelistrikan, mekanik, instrumen, dan bidang lainya.

"Yang pasti kita kerja 24 jam, kita ingin pemeliharaan selesai dalam target 40 hari, makanya teknisi rela tidak tidur, demi kehandalan listrik,"kata Igit.

Ia mengaku aktivitas itu bukan hanya di Babel melainkan melakukan pemeliharaan PLN di seluruh Indonesia.

Hal yang penting. Ujarnya dalam melakukan semua pemiliharan mesin pembangkit adalah faktor keamanan seperti keselamatan kerja (P3K). Selain itu, proses setiap tahapan harus memenuhi standar operasi (SOP) yang begitu ketat.

"Kita tidak mau ambil pusing mengenai apa kata orang di luar sana, tapi mas-mas lihat cara kerja kita, kita terus berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat, kami pun rela selalu jauh dari keluarga khusus anak dan istri," ujar pria asal Yogyakarta ini.

"Tidak mati total, kita kan masih ada pembangkit lain, sehingga pemadaman selama perawatan hanya berlangsung paling lama empat jam itu pun dilakukan secara bergilir, mudah-mudahan dalam 40 hari ini listrik kembali normal," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayan (UIW) Babel Abdul Mukhlis di sela-sela kunjungan awak media untuk melihat perawatan mesin pembangkit, Rabu (7/8).

Ia mengaku pemeliharaan mesin pembangkit uap ini, harus dilakukan secara menyeluruh (overhaul) mulai dari turbin, boiler, generator, pipa, kompresor dan sebagainya.

Saat ini menurutnya proses pemeliharaan sudah mencapai 90% dan diupayakan agar bisa cepat hidup kembali, sehingga bisa masuk ke dalam sistem untuk menyuplai listrik ke rumah-rumah pelanggan.

Manager unit pembangkitan Babel Made Hartayasa mengatakan, PLTU ini menggunakan air asin maka air yang dari laut harus di-treatment dulu. "Air asin ini kita jadikan tawar dulu, kemudian baru proses menjadi uap untuk pembangkit listrik," kata Made.

Dia menambahkan untuk penggerak semua mesin, lanjutnya menggunakan batu bara. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More