Kamis 08 Agustus 2019, 19:55 WIB

E-Rekap Ditargetkan dapat Diterapkan pada Pilkada Serentak 2020

Putra Ananda | Politik dan Hukum
E-Rekap Ditargetkan dapat Diterapkan pada Pilkada Serentak 2020

ANTARA FOTO/Reno Esnir/kye/17
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan

 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menargetkan rekapitulasi elektronik (e-rekap) dapat digunakan saat pilkada serentak 2020 mendatang.

"Harapannya sampai September bulan depan sudah bisa kita final untuk desain-nya ya kira-kira seperti apa," tutur Viryan saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (8/8).

Viryan melanjutkan, KPU sudah menggelar focus grup discussion (FGD) dengan pihak Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) dan para pakar, termasuk anggota Komisi II DPR guna membahas aspek legal dan dasar hukum KPU menerapakan e-rekap. Berdasarkan hasil FGD tersebut Viryan mengungkapkan bahwa KPU telah memiliki dasar hukum untuk menerapkan e-rekap dalam pilkada serentak 2020.

"Kita sudah mendapatkan masukan dan hasilnya adalah cukup dasar bagi KPU melakukan rekapitulasi elektronik di Pilkada 2020 dengan dasar undang-undang pemilihan yang ada yaitu mengacu kepada pasal 111," ungkapnya.

Dengan dasar pasal 111 dalam UU Pemilu, Viryan menjelaskan, KPU akan segera merevisi peraturan KPU  tentang rekapitulasi dan penetapan calon terpilih untuk mengakomodir penerapan e-rekap. KPU juga akan membuat pedoman teknis terkait e-rekap.

"Jadi secara payung hukum e-rekap tidak ada masalah," ungkapnya.

Viryan memaparkan, selanjutnya KPU akan segera menggelar FGD membahas aspek teknis penerapan teknologi e-rekap. Di tahap ini KPU akan membahas teknologi seperti apa yang akan digunakan untuk menerapkan sistem tersebut.

"Jadi teknologi mana yang mau digunakan yang paling mungkin bisa diterapkan di 2020. Kalau yang paling dekat yang paling mungkin sejauh ini adalah situng yang sudah ada diperbaiki," ujarnya.

Itu artinya, KPU akan memodifikasi situng untuk menjadi e-rekap. Modifikasi-modifikasi yang dilakukan antara lain memperbaiki tampilan fitur situng agar lebih ramah pada pengguna maupun modifikasi sistem keamanan dan tampilan angka-angka yang ada di situng.

"Jadi sudah punya pengalaman sebagai contoh rekapitulasi elektronik yang paling mungkin adalah berbasis praktek situng," ujarnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More