Kamis 08 Agustus 2019, 18:19 WIB

KPK Ringkus Politisi PDI-P

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
KPK Ringkus Politisi PDI-P

MI/Susanto
Gedung KPK

 

KOMISI  Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap kader PDI-P Nyoman Dharmantra dalam dugaan kasus dugaan suap impor bawang putih.

Nyoman ditangkap di Bali ketika mengikuti Kongres ke-V PDI-P. Total, ada 12 orang yang ditangkap KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam.

"12 orang totalnya yang kami amankan sampai dengan siang ini di tadi barusan itu ada 1 orang yang kami amankan dari Bandara Soekarno Hatta dan kemudian dibawa ke kantor KPK dan sekarang sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kamis (8/8).

Baca juga: Fahri Hamzah: Periode ke-2, Jokowi Harus Lebih Cepat Standarnya

Dalam OTT itu, KPK turut menyita sejumlah alat bukti, seperti uang sebesar Rp2 miliar dan dalam bentuk dollar yang tenagh dihitung jumlahnya. Uang tersebut diduga sebagai bagian dari transaksi rencana impor bawang putih. Menyangkut status 12 orang tersebut, Febri memastikan akan diumumkan pada malam nanti.

"Tentu akan kami sampaikan siapa yang menjadi tersangka. Jadi belum tentu dari 12 orang yang diamankan itu semuanya jadi tersangka, karena ada peran masing-masing, ada yang memang perlu digali pengetahuan dan informasinya," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata memberikan petunjuk bahwa calon tersangka kasus ini tengah berada di Bali.  Namun, ia enggan menyebutkan identitas orang tersebut.

"Katanya lagi kongres apa ya. detilnya saya engga tahu. Cuma diperkirakan sedang ke Bali. ke Bali itu apakah itu kongres atau apakah itu saya enggak ngerti," kata Alex saat mengikuti seleksi capim KPK di Gedung Lemhanas, Jakarta.

Berdasarkan pantauan di gedung KPK, terlihat seorang mengenakan baju hitam tiba di gedung KPK dikawal oleh dua orang pukul 14.20 WIB. Selepas turun dari mobil ia langsung masuk ke dalam gedung KPK. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More