Jumat 09 Agustus 2019, 01:00 WIB

Hobbs & Shaw: Duet Ciamik Duo Plontos

Abdillah Marzuqi | Weekend
Hobbs & Shaw: Duet Ciamik Duo Plontos

IMDB
Salah satu adegan dalam film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw.

Bisa dibayangkan bagaimana dua karakter yang bertolak belakang harus bekerja sama untuk satu tujuan. Padahal, keduanya sama sekali tidak seirama. Dalam apapun. Termasuk prinsip hidup dan profesi.

Dalam semesta Fast & Furious, Luke Hobbs (Dwayne Johnson) dan Deckard Shaw (Jason Statham) adalah karakter idola yang mewakili kubu masing-masing. Berbahagialah para penggemar kedua karakter itu. Film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw bakal menjadi obat mujarab.

Karakter Hobbs pertama kali muncul pada seri ke-5, Fast Five (2011) yang kemudian berkembang menjadi salah satu karakter utama. Hobbs tercatat membintangi empat dari delapan serial film tersebut.

Sementara itu, Deckard muncul pertama kali sebagai cameo Fast & Furious 6 (2013) yang kemudian berkembang menjadi salah satu karakter utama. Dalam film Furious 7 (2015) Deckard Shaw diceritakan bermusuhan dengan Luke Hobbs, kemudian keduanya berteman dalam The Fate of the Furious (2017).

Kali ini, cerita berlatar dua tahun setelah Dominic Toretto dan kawanannya mengalahkan Chiper pada The Fate of the Furious alias Furious 8. Saat itu, agen federal Luke Hobbs dan mantan tentara bayaran Deckard Shaw berpisah pada dua arah yang berbeda.

Hobbs dikisahkan melanjutkan pekerjaannya sebagai agen Layanan Keamanan Diplomatik sembari tetap berjuang mempertahankan hubungan dengan putrinya. Adapun Shaw kembali ke London. Ia bertemu dengan ibunya, Magdalene, yang mendorongnya menemani sang adik, Hattie Shaw (Vanessa Kirby), yang kini menjadi agen rahasia Inggris alias MI6.

Ketika sedang berusaha mendekati sang adik, Shaw mendapati bahwa Hattie sedang dikejar oleh sepasukan tentara bersenjata.

Shaw pun dibantu oleh Hobbs. Ketika Hattie berhasil diamankan, ia mengisahkan kepada kedua pria itu tentang misinya: mengikuti jejak Brixton Lore (Idris Elba), penjahat yang berhasil mengubah dirinya menjadi manusia super. Keberadaanya, tentu saja, menjadi ancaman bagi umat manusia.

Ketiganya pun bergabung untuk mencegah Brixton bertindak lebih jauh. Luke Hobbs membentuk aliansi yang tidak mungkin dengan Deckard Shaw. Keduanya terpaksa bersatu membantu Hattie untuk memburu Brixton (Idris Elba).

Memiliki jalan cerita dan sinopsis yang tak jauh berbeda, Hobbs & Shaw masih menawarkan nostalgia dan petualangan. Setidaknya, Fast & Furious adalah film tentang balapan. Begitu pula yang paling dinantikan dari film Hobbs & Shaw tentu saja adalah adegan perkelahian juga aksi balapan.

Kali ini ada yang berbeda. Dua karakter inti dalam film ini tergolong karakter utama dalam seri film Fast & Furious. Olahannya tidak hanya fokus pada upaya mengalahkan musuh, tetapi juga membangun kerja sama yang hampir tidak mungkin.

Sejak awal, film dimulai dengan perbandingan antara dua tokoh yang saling bertolak belakang. Sejak aktivitas bangun tidur, memulai hari hingga narasi ketokohan. Lalu disajikan aksi memukau dari Hattie Shaw yang memiliki misi untuk mengamankan virus berbahaya berjuluk Snowflake ciptaan organisasi Etheon. Awalnya, misi berjalan dengan lancar, hingga Brixton muncul dan mengacaukan rencana pasukan MI6.

Film yang disutradarai David Leitch mampu menampilkan kekisruhan oleh duo botak. Konyol sekaligus menegangkan. Dua kata itu sengaja dipilih untuk merangkum keseluruhan adegan.

Kolaborasi apik dari Johnson-Statham mampu menjadi ruh yang menghidupkan keseluruhan adegan. Interaksi keduanya bisa begitu memukau. Kekonyolan akibat masing-masing memiliki ego tinggi. Dari situlah, bumbu komedi semakin menemukan bentuk. Serangan sinis Hobbs bertepuk dengan hujatan sporadis dari mulut Shaw. Kombinasi keduanya sangat menghibur bahkan hingga film jelang usai. Interaksi itu pula yang menjadi sumber tawa. Sensasi menggelitik muncul ketika melihat Shaw yang berhasil mengerjai Hobbs yang bertubuh raksasa dan bertampang sangar.

Seperti pendahulunya, sempalan Fast & Furious kali ini juga mengusung nilai keluarga. Berfokus pada latar belakang dua karakter utama. Hobbs punya tanggungan untuk berdamai dengan masa lalunya di Samoa, sedangkan Shaw harus merajut kembali hubungan kekeluargaan dengan Hattie yang meregang.

Berbincang tentang garapan sinematik, tidak perlu diragukan lagi. Film itu mewarisi keapikan visual sebagaimana Fast & Furious sebelumnya. Hal menjadikan istimewa tidak hanya melulu berkutat soal mobil mewah. Karakter antagonis Brixton mampu dihadirkan dengan sangat cemerlang oleh Elba. Visualisasi penjahat super yang mustahil dikalahkan. Brixton sangat garang dalam balutan jaket kulit serta motor futuristiknya.

Bagi manusia biasa seperti Hobbs dan Shaw, tidak mudah untuk mengalahkan Superman Hitam. Apalagi ternyata Brixton punya kaitan masa lalu dengan Shaw. Pada akhirnya, film ini tidak hanya berkutat soal mobil dan berantem. Ada tebaran nilai humanis yang terselip dalam banyak adegan. Meski demikian, jangan ditonton bersama anak di bawah usia yang disarankan. (M-2)

Baca Juga

ScienceMag/Markus J Buehler

Dengarkan 'Nyanyian' Virus Korona Ini

👤Abdillah Marzuqi 🕔Selasa 07 April 2020, 19:26 WIB
Para ilmuwan mencari format baru yang diharapkan mampu menunjukkan bagian protein yang bisa diikat antibodi atau...
Gatesnotes.com

Rekomendasi Bacaan #DiRumahAja dari Buku Favorit Bill Gates

👤Bagus Pradana 🕔Selasa 07 April 2020, 15:00 WIB
Buku Why We Sleep dikatakan Bill Gates membuatnya mengubah pola...
Patrick Meinhardt /AFP

Terbukti, Anak-anak Lebih Tahan Terhadap Virus Korona

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 07 April 2020, 11:50 WIB
Kebayakan dari mereka juga tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, bahkan kecil kemungkinannya meninggal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya