Kamis 08 Agustus 2019, 17:28 WIB

Sektor Pendidikan Prioritas Kerja Sama Uni Eropa-ASEAN

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Sektor Pendidikan Prioritas Kerja Sama Uni Eropa-ASEAN

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Gedung baru Sekretariat ASEAN seusai diresmikan Presiden Joko Widodo

 

DALAM peluncuran Uni Eropa (EU)-ASEAN Blue Book 2019, turut diselenggarakan perayaan HUT ASEAN ke-52, serta ASEAN-EU Cooperation and Scolarships Day. Rangkaian kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai hasil kerja sama UE-ASEAN di bidang pembangunan.

Negara-negara di dua kawasan terus mendorong pergerakan pelajar intrakawasan ASEAN, serta antarkawasan Uni Eropa dan ASEAN. "Kami menegaskan kembali kemitraan yang kuat antara Uni Eropa dan ASEAN. Dengan menyelenggarakan ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day, serta peluncuran UE-ASEAN Blue Book 2019. Hal merangkum kuatnya kemitraan, serta besarnya kesuksesan bersama," kata Deputi Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Kung Phoak, saat ditemui di Kantor Sekretariat ASEAN, Kamis (8/8).

Baca juga: Gempa Kembali Mengguncang Taiwan

Keberhasilan hubungan, jelas dia, merupakan perwujudan kuat berbagai upaya integrasi regional. Baik dalam kerja sama pembangunan, maupun bidang pendidikan tinggi. The Cooperation and Scholarships Day menekankan bahwa pendidikan tinggi merupakan prioritas kerja sama Uni Eropa-ASEAN.

"Sejak 2014, lebih dari 5.500 mahasiswa dan tenaga pendidik dari ASEAN menempuh pendidikan di Eropa, dengan beasiswa yang bersumber dari Uni Eropa dan negara-negara anggota. Itu termasuk program ERASMUS plus," papar Kung.

Di samping itu, program beasiswa juga diberikan kepada 3.000 mahasiswa dan tenaga pendidik, yang belajar dan bekerja di wilayah ASEAN. Lebih dari 591 beasiswa disalurkan program EU Support to Higher Education in the ASEAN Region, yang fokus pada studi jangka pendek di 42 universitas terpilih. Rinciannya, 32 universitas di ASEAN and 10 di Eropa.

Sejak 2017, forum mobilitas mahasiswa ASEAN diselenggarakan telah memberikan peluang bagi 330 mahasiswa dari ASEAN. Forum tersebut membahas isu-isu penting mengenai mobilitas pelajar. Negara-negara anggota ASEAN juga menawarkan berbagai peluang beasiswa, baik yang didanai publik maupun swasta. Termasuk, Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Higher Education Development, Jaringan Universitas ASEAN (AUN) dan Passage to ASEAN (P2A).

The Cooperation and Scholarships Day menampilkan berbagai proyek UE-ASEAN, yang menyoroti sejumlah isu sosial dan lingkungan. Mulai dari pertanian berkelanjutan, hingga pendidikan inklusif. Perhelatan ini melibatka berbagai instansi pendidikan tinggi dari kedua kawasan. Pameran kerja sama dan beasiswa ini mencetak rekor 2.000 pengunjung, atau meningkat dari periode sama tahun lalu, yakni 1.500 pengunjung.(OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More