Kamis 08 Agustus 2019, 06:20 WIB

Memacu Adrenalin Bersama Kymco Downtown

(Uut/S-1) | Otomotif
 Memacu Adrenalin Bersama Kymco Downtown

MI/ VICKY GUSTIAWAN
Kymco Downtown

TAHUKAH kita kalau sebenarnya skuter matik (skutik) pertama yang diperkenalkan kepada publik Indonesia ialah Kymco Jetmatic Trend 125 cc pada 2000. Namun, seiring berkembangnya pasar, Kymco meredup dikalahkan motor matik merek Jepang.

Kini, Kymco yang merupakan singkatan Kwang Yang Motor Co Ltd, kembali mencoba keberuntungan mengisi pasar skutik (skuter matik) di Indonesia, apalagi pabrikan skutik asal Taiwan itu punya rekor tertinggi penjualan skutik di Eropa.

Salah satu produk skutik unggulan yang mulai merangsek pasar Indonesia ialah Kymco Downtown 250i.

Kymco Downtown 250i berhasil saat ini bersanding dengan dua kompetitornya, yakni Yamaha XMax dan Honda Forza. Untuk menjawab rasa penasaran bagaimana pengalaman mengendarai Kymco Downtown, Media Indonesia melakukan test ride skutik gambot berkapasitas 250 cc, belum lama ini.

Tampilan Kymco Downtown ini terlihat cukup besar, saking gedenya banyak orang yang memperkirakan skutik Kymco ini berkapasitas 400 cc.

Desain motor dari depan hingga belakang cukup menarik dan lebih kental dengan gaya Eropa, apalagi bagian depan dengan dua lampu utama yang mirip burung hantu semakin mengguatkan kesan gagah dan tajam.

Berada di balik setang, spedometer kombinasi analog dan digital membuat beragam informasi, mulai jam digital, trip A, trip B, penunjuk suhu mesin, odometer dan voltmeter (tegangan aki), dan juga kilometer serta jadwal ganti oli.

Ada pula fitur lain, seperti lampu hazard, brake lever untuk menyesuaikan jarak tangan dengan tuas rem, engine cut off.

Selain itu, ada dua laci di depan yang muat gawai dan dilengkapi power outlet untuk mengisi daya baterai ponsel. Bagasi mampu memuat dua helm.

Media Indonesia merasakan kenyamanan jok ini meski melakukan perjalanan pergi-pulang dari Pamulang, Banten, ke kawasan wisata Tangkuban Parahu, Bandung, Jabar. Hanya saja, posisi jok setinggi 810/835 mm memang agak sedikit merepotkan bagi yang berpostur di bawah 170 cm, tapi berkat desain pijakan kaki yang menekuk menjadi solusi untuk tidak terlalu jinjit.

Saat mencoba di jalur Puncak, Bogor, tenaga Kymco Downtown yang mengandalkan mesin 4 Stroke, 4 Valve, SOHC, Fuel Injection mampu melibas tanjakan maupun jalur berkelok. Karakter mesin yang galak responsif sukses mendongkrak adrenalin pengendara.

Bicara handling, Kymco Downtown memberikan 'kepastian' saat diajak menikung tajam. Bahkan, saat mencoba lari di kecepatan 120 km/jam di jalur Parung, Bogor, sekitar pukul 00.30 dini hari, masih dalam batas toleransi aman. Tentu saja ini tidak boleh ditiru karena kami memang mencoba melakukan tes dalam batas maksimal, tapi tetap mengutamakan keamanan.

Masalah keselamatan memang harus menjadi perhatian, apalagi skutik seharga Rp68 juta ini belum dilengkapi fitur antilock braking system (ABS) seperti dua kompetitornya. Meski begitu, rem cakram depan berukuran 260 mm dengan kaliper tiga piston dan rem cakram belakang 240 mm dengan kaliper dua piston cukup pakem menghentikan laju dari kecepatan tinggi. (Uut/S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More