Rabu 07 Agustus 2019, 20:22 WIB

Polri Libatkan Pakar dan Tim Siber Selidiki Penyebab Blackout

Rifaldi Putra irianto | Megapolitan
Polri Libatkan Pakar dan Tim Siber Selidiki Penyebab Blackout

MI
Brigjen Dedi Prasetyo

 

POLRI membentuk tim khusus guna menyelidiki pemadaman listrik di sebagian wilayah Pulau jawa pada Minggu (4/8). Anggota tim tersebut berjumlah 30 orang serta melibatkan sejumlah ahli dari ITB, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), serta Kementerian ESDM.

"Tim khusus tersebut terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu, kemudian Direktorat Siber. Kemudian dari tim yang dipimpin Pak Fadil (Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim) melibatkan eksternal dari ahli ITB, BPPT, ESDM, dan satu ahli dari luar negeri doktor Rizal," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (7/8).

Baca juga: Rini dan Jonan Harus Bertanggung Jawab Atas Pemadaman Listrik

Pelibatan direktorat siber, jelas Dedi, untuk mencari kemungkinan penyebab blackout karena peristiwa serupa pernah terjadi di Eropa.

"Karena ini rawan, karena pengalaman di Eropa, blackout terjadi karena ada serangan siber dan illegal access," ucapnya.

Ia menjelaskan nantinya tim khusus ini akan melakukan investigasi seperti memeriksa pembangkit-pembangkit listrik hingga ke pusat kendali di Jakarta.

"Tim ini akan bekerja melakukan investigasi dari hulu sampai hilir, artinya setiap permasalahan di hulu akan diinvestigasi secara komprehensif dengan menggunakan para pakar sampai dengan hilir. Nanti pada tahapan akhir, tim bisa menemukan apa yang menjadi faktor penyebab utama terjadinya blackout," tuturnya.

Nantinya jika saat melakukan investigasi penyelidikan ditemukan hal yang bersifat melawan hukum, pihaknya akan langsung tingkatkan ke tahap penyidikan.

"Tim akan menyampaikan kalau misal ada hal yang bersifat melawan hukum dari hasil penyelidikan, bisa ditingkatkan ke penyidikan. Tim bekerja berdasarkan surat perintah Kabareskrim," pungkasnya Dedi.

Sebelumnya, pemadaman listrik lebih dari 10 jam terjadi di beberapa daerah di pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatakan, gangguan sistem transmisi Ungaran dan Pemalang sebesar 500 Kilo Volt (KV) menjadi sumber padamnya listrik.

Adapun gangguan itu menyebabkan transfer energi listrik dari timur ke barat gagal. Lalu, diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

Hal tersebut yang akhirnya menyebabkan aliran listrik ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami pemadaman. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More