Rabu 07 Agustus 2019, 18:45 WIB

Korban Luka akibat Bom Bunuh Diri di Kabul Capai 95 Orang

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Korban Luka akibat Bom Bunuh Diri di Kabul Capai 95 Orang

AFP
Seorang wanita Afghanistan yang terluka menerima perawatan medis di Rumah Sakit Isteqlal setelah sebuah bom mobil Taliban

 

SEBUAH bom bunuh diri yang menargetkan markas kepolisian di lingkungan minoritas Syiah di wilayah barat Kabul, terjadi pada Rabu (7/8) pagi. Otoritas Afghanistan mengungkapkan jumlah korban luka mencapai 95 orang.

Kelompok Taliban mengklaim bertanggung jawab atas ledakan besar. Mereka mengargetkan pusat rekrutmen pasukan keamanan. Sejauh ini, belum ada konfirmasi korban tewas dalam peristiwa yang menjadi serangan kedua di Kabul, dalam beberapa hari terakhir.

Dalam serangan tersebut, pelaku bom meledakkan mobilnya di sebuah pos pemeriksaan keamanan di luar gedung. Juru bicara kepolisian, Firdaus Faramarz, mengatakan sekolah militer terletak tak jauh dari lokasi kejadian.

Mengutip pernyataan juru bicara kementerian kesehatan, jumlah korban luka tercatat 95 orang. Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Saat ini, seluruh korban dirawat di rumah sakit.

Pemberitaan media lokal menunjukkan gumpalan asap hitam di atas wilayah Kabul, yang menjadi rumah bagi komunitas minoritas Hazara. Bagian depan sebuah bangunan bertingkat terpantau rusak parah. Para pemilik toko berupaya membersihkan pecahan kaca.

"Saya sedang sarapan di sebuah restoran ketika ledakan terjadi. Setelahnya, saya langsung berlari ke luar," tutur Mohmmad Qasem, seorang warga lokal.

Markas besar kepolisian telah menjadi target serangan. Pada 2017, terjadi serangan yang menewaskan lebih dari 20 orang. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Nusrat Rahimi, menyatakan tidak ada penyerang lain dalam ledakan kali ini. Dia pun menepis laporan terkait pertempuran senjata.


Baca juga: Puluhan Orang Terluka Akibat Ledakan di Kabul


Kelompok Taliban, yang melancarkan serangan hampir setiap hari di seluruh negeri, biasanya menargetkan pasukan Afghanistan dan pejabat pemerintah. Pada Selasa kemarin, sebuah bom menyasar sebuah kendaraan yang mengangkut pegawai divisi anti-narkotika Kementerian Dalam Negeri. Insiden itu menewaskan 5 orang dan melukai 7 orang lainnya.

Serangan pada Rabu ini terjadi di tengah perundingan antara Taliban dan Amerika Serikat (AS). Negosiasi berlangsung di negara Teluk Arab, Qatar, lokasi gerilyawan mempertahankan markasnya.

Utusan AS yang ditugaskan mencari kesepakatan damai konflik hingga 18 tahun, Zalmay Khalilzad, melaporkan kemajuan luar biasa dalam perundingan Qatar. Seorang pejabat Taliban juga mengamini, seraya menyebut perbedaan mengenai beberapa isu telah diselesaikan. Di antaranya penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dan jaminan Kelompok Taliban untuk memutuskan hubungan dengan kelompok pemberontak lain.

"Masih ada rincian yang perlu didiskusikan. Jadi, memang belum ada kesepakatan. Nantinya, kesepakatan yang dicapai bergantung situasi. Kami sedang mengejar perjanjian damai, bukan perjanjian penarikan," jelas juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada CBS News.

Taliban terus menyampingkan pemerintah Afghanistan dalam meja perundingan. Kelompok itu enggan bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan, karena dianggap sebagai boneka AS. Taliban juga menyerukan boikot terhadap pemilihan umum (pemilu) Afghanistan pada 28 September mendatang.

Kelompok Taliban menguasai setengah dari wilayah Afghanistan, dan berada pada posisi terkuat sejak 2001. Waktu itu invasi pimpinan AS menjatuhkan pemerintah Taliban, setelah menyingkirkan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden. Lebih lanjut, Khalizad berharap kesepakatan akhir dengan AS tercapai pada 1 September. Dengan begitu, 20 ribu pasukan AS dan NATO akan meninggalkan Afghanistan. (CBSNews/OL-1)

 

Baca Juga

medcom.id

Sinopharm Target Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19

👤Antara 🕔Senin 01 Juni 2020, 12:03 WIB
Komisi Administrasi dan Supervisi Badan Usaha Milik Negara Tiongkok (ASAC) mengatakan target tersebut diperuntukkan agar masyarakat mudah...
AFP/OZAN KOSE

Turki Buka RS Baru, Kasus Covid-19 Harian Turun

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 01 Juni 2020, 11:55 WIB
Turki membuka dua rumah sakit yang baru dibangun untuk pasien virus covid-19 di Istanbul, Minggu (31/5), ketika jumlah kasus baru harian...
medcom.id

Berpesta Saat Lockdown, Pangeran Belgia Minta Maaf

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 01 Juni 2020, 10:54 WIB
"Saya minta maaf karena tidak menghormati semua tindakan karantina selama perjalanan saya," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya